Info

Masker Bedah Justru Meningkatkan Risiko Jika Tidak Digunakan secara Benar

Orang-orang cenderung menyentuh masker bedah mereka yang justru akan meningkatkan risiko infeksi.

Yasinta Rahmawati

Corona Covid-19. (Shutterstock)
Corona Covid-19. (Shutterstock)

Himedik.com - Ahli Bedah Umum AS Dr. Jerome Adams ingin orang-orang berhenti memburu masker bedah. Selain itu ia juga memeringatkan jika masker bedah tidak digunakan dengan benar, justru bakal meningkatkan risiko infeksi corona Covid-19.

"Orang-orang yang tidak tahu cara memakainya dengan benar cenderung banyak menyentuh wajah mereka dan sebenarnya dapat meningkatkan penyebaran virus corona," kata Adams, dikutip dari CNN.

"Ada hal-hal yang dapat dilakukan orang untuk tetap aman. Ada hal-hal yang tidak boleh mereka lakukan dan satu dari hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan di masyarakat umum adalah pergi keluar dan membeli masker bedah," katanya.

Menurutnya, orang sehat yang memakai masker tidak lah membantu. Kecuali, mereka akan merawat orang sakit yang mengalami batuk atau bersin.

Masker bedah. (Shutterstock)
Masker bedah. (Shutterstock)

 

"Ada cara yang lebih efektif untuk mencegah penularan, seperti mencuci tangan secara teratur, tidak menyentuh wajah atau mulut dan tinggal di rumah ketika merasa sakit," sambung Adams.

Sayangnya, masyarakat di Indonesia terus memburu masker bedah di apotek maupun platform belanja online.

Pedagang pun telah menaikkan harga masker secara drastis. Seperti masker jenis Sensi Mask yang sekarang dibanderol sekitar Rp350 ribu per box. Bahkan untuk satu karton berisi 40 boks dibanderol Rp 15 juta.

Berita Terkait

Berita Terkini