Berawal dari Pesta, Ini Kronologi Penularan 2 Pasien Virus Corona di Depok

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dansa. Dansa ini pun berpasangan dan dilakukan dengan satu orang secara bergantian.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kamis, 05 Maret 2020 | 16:00 WIB
Berawal dari Pesta, Ini Kronologi Penularan 2 Pasien Virus Corona di Depok

Berawal dari Pesta, Ini Kronologi Penularan 2 Pasien Virus Corona di Depok

himedik.com - Pemerintah telah mengumumkan pada Senin (2/3/2020) kemarin bahwa ada dua orang yang positif terinfeksi virus corona Covid-19. Kedua orang tersebut adalah seorang ibu (64) dan putrinya (31) asal Depok, Jawa Barat.

Berita ini pun memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Mengapa dan bagaimana dua orang ini dapat terinfeksi, serta dari mana virus corona yang menginfeksi mereka berasal.

Terkait hal ini, Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, pun menjelaskan kronologinya.

Berawal dari pesta valentine

Yuri mengungkapkan, sang ibu merupakan warga Depok yang tinggal bersama dua anak dan seorang pembantu.

Bertepatan dengan perayaan Valentine pada 14 Februari 2020 lalu, anak bungsu sang pasien memiliki janji dengan teman-temannya untuk mengadakan pesta.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, teman-teman sang anak bungsu juga berasal dari negara lain dan ia tidak tahu pasti siapa saja yang datang ke pesta tersebut.

dr. Achmad Yurianto dalam kegiatan Update Virus Corona Covid-19 (SUARA/ Frieda Isyana)
dr. Achmad Yurianto dalam kegiatan Update Virus Corona Covid-19 (SUARA/ Frieda Isyana)

"Dia tidak tahu pasti siapa yang datang. Jadi enggak pakai absen, termasuk yang datang dari Malaysia berkewarganeraan Jepang," ujar Yuri, di kentor Kementrian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2020).

Saat pesta tersebut, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dansa. Dansa ini pun berpasangan dan dilakukan dengan satu orang secara bergantian.

"Ada kontak deket, deket-deketan. Dari situ, tanggal 16 (Februari) selesai bubar, urusan masing-masing," jelas Yuri, dilansir Suara.com, Rabu (4/3/2020).

Baca Juga: Update Corona Covid-19 pada 4 Maret 2020: Kematian Tambah 49 Jiwa

Mengalami sakit dan penularan

Setelah acara tersebut, pasien mulai merasa tidak enak badan, lemas dan tidak dapat berpergian ke luar rumah. Selama sakit, sang ibu lah yang selalu merawatnya.

Inilah proses penularan sang anak kepada sang ibu, yang dinyatakan jatuh sakit pada 20 Februari lalu.

Kontak dengan penular

Anak sulung sang ibu mengaku tidak begitu memerhatikan kedua anggota keluarganya tersebut. Tapi ia tahu bahwa mereka sakit dan menyarankan untuk memeriksakan kondisi mereka ke rumah sakit.

Beberapa hari setelahnya, tepatnya pada 28 Februari, sang anak mendapat kabar dari salah satu teman yang ikut berdansa di pesta tersebut bahwa salah satu teman dari Jepang positif terinfeksi Covid-19.

"Tanggal 28 (Februari), salah satu teman dansanya dari Jepang yang stay di Malaysia mengabarkan dirinya dirawat di rumah sakit, dengan diagnosis control positif corona atau Covid-19," katanya.

Terkejut dengan kabar tersebut, akhirnya pasien pun melapokan kejadian tersebut ke petugas medis sehingga dapat dilakukan tindakan.

Keduanya pun diminta untuk dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Dr. Sulianti Saroso.

"Kemudian dia ada kontak orang yang (positif corona) dirawat di Malaysia. Langsung diperiksa dan 2 WNI ini konfirmasi positif," tutup Yuri.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB