Perhiasan Tangan Bisa Jadi Media Penyebaran Virus Corona Covid-19

Pakai perhiasan tangan ketika berusaha menghindari virus corona Covid-19 akan sia-sia, meskipun Anda sudah cuci tangan teratur.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 11 Maret 2020 | 19:00 WIB
Perhiasan Tangan Bisa Jadi Media Penyebaran Virus Corona Covid-19

Perhiasan Tangan Bisa Jadi Media Penyebaran Virus Corona Covid-19

himedik.com - Cuci tangan pakai air dan sabun sangat disarankan untuk mencegah penularan virus corona Covid-19. Tetapi, cara pencegahan ini akan sia-sia jika Anda menggunakan perhiasan tangan.

Para ahli memeringatkan pemakaian arloji atau cincin bisa membuat alkohol hand sanitizer dan cuci tangan tidak berguna mencegah penularan virus corona Covid-19.

Profesor Mark Wilcox, seorang ahli mikrobiologi di Leeds Teaching Hospitals NHS Trust, mengatakan perhiasan tangan apapun harus disingkirkan sementara waktu untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

"Anda tidak akan bisa membersihkan tangan dengan baik jika ada perhiasan yang menempel di tangan dan usaha ini akan sia-sia," kata Profesor Mark Wilcox dikutip dari The Sun.

Menurut Mark Wilcox, model cicin yang sederhana mungkin masih aman digunakan. Tetapi, cincin dengan permata yang besar perlu ditinggalkan sementara agar tidak menajdi tempat pertumbuhan virus.

Jonathan Ball, Profesor Virologi Molekuler, Universitas Nottingham juga mengatakan mencuci tangan atau memakai hand sanitizer secara menyeluruh dan benar bisa mencegah virus corona Covid-19. Tetapi, celah yang tertutup cincin atau perhiasan bisa saja terlewatkan atau kurang bersih.

Ilustrasi perhiasan cincin. (Unsplash/Angelo Pantazis)
Ilustrasi perhiasan cincin. (Unsplash/Angelo Pantazis)

Apalagi benda mati seperti perhiasan cincin, gelang hingga jam tangan juga bisa terkontaminasi bakteri dan virus. Sehingga cuci tangan pakai air dan sabun mungkin akan sia-sia.

"Virus-virus ini tidak hidup di kulit seperti halnya bakteri. Virus bagaikan penumpang yang bergerak dari permukaan tangan lalu ke mata, hidung atau mulut," kata Jonathan Ball.

"Jika Anda menjaga kebersihan setiap permukaan tangan, maka Anda akan baik-baik saja (dari virus corona Covid-19)," lanjutnya.

Para ahli juga memeringatkan semua orang untuk menjaga kuku tetap bersih, karena kuku panjang bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri, virus, kotoran dan kuman.

Baca Juga: Update Corona Covid-19 pada 11 Maret 2020: 65.138 Sembuh, 4.000 Meninggal

Bahkan, kuku panjang palsu juga bisa menjadi tempat pertumbuhan bakteri dan penyebaran virus. Karena itu, ahli juga melarang semua orang menggigit kuku.

Purvi Parikh dari Langone Medical Center Universitas New York, mengeluarkan peringatan keras bagi orang yang memiliki kebiasaan buruk suka menggigit kuku.

"Setiap kali Anda menyentuh wajah, terutama mulut hidup dan mata. Maka Anda telah memindahkan semua kuman di tangan ke dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyakit," ujarnya.

Spesialis penyakit menular itu menambahkan bahwa cara termudah infeksi virus ketika orang memasukkan kuman ke dalam mulut. Sehingga, hindari kebiasaan menggigit kuku untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB