Sindrom Charles Bonnet, Ketika Mata Bisa 'Melihat' Hal-Hal Seram

Stres, kecemasan, isolasi sosial dan kekurangan sensorik dapat memperburuk gejala sindrom Charles Bonnet.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 20 Maret 2020 | 21:30 WIB
Sindrom Charles Bonnet, Ketika Mata Bisa 'Melihat' Hal-Hal Seram

Sindrom Charles Bonnet, Ketika Mata Bisa 'Melihat' Hal-Hal Seram

himedik.com - Halusinasi umum terjadi pada penderita skizofrenia. Namun hal serupa juga terjadi pada penderita Sindrom Charles Bonnet.

Penderita sindrom ini akan 'melihat' gambar makhluk dan hewan 'fantastis'. Ini terjadi di saat otak, alih-alih memproses input sensorik dari mata, justru menciptakan inputnya sendiri.

Berbeda dengan pasien kesehatan mental, penderita sindrom Charles Bonnet sadar bahwa apa yang mereka lihat adalah halusinasi.

Berdasarkan American Academy of Ophthamology, seseorang dengan penglihatan yang sehat mendapat penglihatan ketika cahaya memasuki mata dan diterima oleh  retina. Kemudian, retina mengubah sinar cahaya ini menjadi pesan visual, yang dikirim ke otak, sehingga kita bisa melihatnya.

Ketika orang kehilangan penglihatan karena penyakit seperti degenerasi makula terkait usia, glaukoma , atau retinopati diabetik, sistem visual mereka tidak memproses gambar baru.

Ilustrasi orang ketakutan. (Shutterstock)
Ilustrasi penderita Sindrom Charles Bonnet (Shutterstock)

Tanpa data visual yang masuk melalui mata, otak mengisi kekosongan dan membuat gambar atau mengingat gambar yang disimpan untuk Anda lihat. Inilah yang terjadi pada penglihatan penderita dengan Sindrom Charles Bonnet.

Gejala dari sindrom ini bisa sederhana maupun kompleks. Tingkat keparahannya pun bervariasi dari masing-masing orang.

Dilansir The Health Site, beberapa orang hanya akan melihat bentuk dan pola, beberapa dapat bermanifestasi sebagai garis, kilatan cahaya, pola atau bentuk geometris.

Terkadang, halusinasi dapat berbentuk orang, kendaraan, binatang, hingga tumbuhan. Sebuah episode dari sindrom ini dapat terjadi selama beberapa detik hingga berjam-jam.

Stres, kecemasan, isolasi sosial dan kekurangan sensorik dapat memperburuk gejala.

Baca Juga: Aktor Henky Solaiman Idap Kanker Usus, Waspadai Penyebab dan Gejalanya!

Sebenarnya, hingga kini tidak diketahui persis apa yang menyebabkan sindrom ini. Tetapi banyak ahli mengatakan bahwa itu mungkin karena otak terus menafsirkan gambar bahkan ketika mata tidak bisa melihat.

Beberapa penyebab utama sindrom ini adalah degenerasi makula dan stroke.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB