Berjemur Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19? Ini Faktanya!

Banyak orang mengira berjemur di bawah sinar matahari bisa membunuh virus corona Covid-19, karena virus diduga akan mati ketika terkena panas atau hangat.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 23 Maret 2020 | 07:00 WIB
Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (pixabay)

Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (pixabay)

Himedik.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19, banyak informasi seputar pencegahan penularan dan penyebaran yang tidak sesuai fakta. Salah satunya, banyak orang percaya bahwa berjemur di bawah sinar matahari bisa mencegah dan membunuh virus corona Covid-19.

Cara menyembuhkan infeksi virus corona Covid-19 di bawah sinar matahari, minum air putih teratur, menjauhi es krim dan makanan dingin ini pun sempat viral di media sosial Facebook.

Bahkan ada pula informasi untuk mencuci dan menjemur pakaian jam 9 pagi, karena sinar matahari pada jam itu bisa membantu membunuh virus corona Covid-19.

Faktanya dilansir oleh Politifact.com, informasi tentang cara-cara mencegah dan menyembuhkan virus corona Covid-19 itu palsu.

Belum ada bukti bahwa sinar matahari bisa membunuh virus corona Covid-19. UNICEF juga telah membantah bahwa pihaknya pernah menyarankan orang berjemur untuk membunuh virus corona Covid-19.

Charlotte Petri Gornitzka, wakil direktur eksekutif UNICEF untuk kemitraan menyebutkan beberapa informasi yang salah dan palsu tentang virus corona Covid-19.

Ilustrasi: Perempuan berjemur. (Shutterstock)
Ilustrasi: Perempuan berjemur. (Shutterstock)

"Baru-baru ini tersebar pesan online yang salah mengatasnamakan UNICEF telah menyarankan berjemur, menghindari es krim dan hindari makanan dingin untuk mencegah terinfeksi virus corona Covid-19," tulis Charlotte.

Charlotte Petri meluruskan bahwa informasi itu tidak benar dan UNICEF menyarankan masyarakat tidak memercayai atau melakukan informasi tersebut.

Meski begitu, beberapa jenis virus corona lainnya (selain Covid-19) memang tidak bisa bertahan hidup di panas, misalnya influenza.

Influenza merupakan virus yang bisa bertahan hidup di cuaca kering dan dingin. Virus ini merupakan salah satu asal musim flu biasanya terjadi di antara musim gugur ke musim semi. Virus ini juga menyebabkan pilek di cuaca dingin.

Baca Juga: Peneliti: Penularan Tanpa Gejala Covid-19 Memainkan Peran Penting

Pada bulan Febuari 2020 lalu, Presiden Donals Trump juga mengatakan bahwa virus corona Covid-19 akan menghilang pada bulan April 2020 karena cuaca yang lebih hangat.

Tetapi, beberapa ahli kesehatan meragukan prediksi tersebut. Ahli kesehatan mengatakan tidak ada jaminan bahwa virus corona Covid-19 akan berhenti atau mati saat musim panas.

Jika pun terjadi, artinya virus corona Covid-19 ini tidak akan hilang selamanya. Virus corona Covid-19 mungkin bisa hidup lagi ketika musim dingin.

Saat ini jumlah orang positif terinfeksi virus corona Covid-19 pun meningkat pesat secara global. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun merekomendasikan untuk mencegah virus corona dengan cara mencuci tangan pakai sabun dan air.

CDC juga melarang orang menyentuh wajah pakai tangan, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dan bersihkan rumah atau perangkat kerja pakai disinfektan.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB