Hadapi Krisis di Garis Depan, Tim Medis Disebut Butuh Perawatan PTSD

Bekerja selama pandemi, para ahli menyatakan bahwa dokter dan perawat mungkin butuh perawatan PTSD setelah bekerja menghadapi krisis Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Rabu, 08 April 2020 | 14:30 WIB
Hadapi Krisis di Garis Depan, Tim Medis Disebut Butuh Perawatan PTSD

Hadapi Krisis di Garis Depan, Tim Medis Disebut Butuh Perawatan PTSD

himedik.com - Menurut para ahli, dokter dan perawat akan membutuhkan perawatan Post Traumatic Stess Disorder (PTSD) setelah bekerja keras selama krisis Covid-19.

Hal ini disebabkan karena tenaga medis telah mengalami tekanan pada peristiwa yang belum pernah terjadi.

"Akan ada beberapa pasien dan staf yang menderita bentuk-bentuk PTSD  dan beberapa staf dengan gejala-gejala ringan mungkin tidak sadar dan terus bekerja. Itu akan semakin buruk," kata dekan Fakultas Kedokteran Perawatan Intensif Dr Alison Pittard pada Independent.

"Kita perlu mempertimbangkan kesejahteraan staf di masa depan," tambahnya.

Dikutip dari Alodokter, PTSD atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan.

PTSD merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya selalu teringat pada kejadian traumatis di masa lalu. 

"Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam perawatan kritis, kami dipaksa untuk mengubah cara kami bekerja," ujar Dr Pittard.

Dr Pittard sendiri merupakan seorang konsultan di Leeds Teaching Hospitals NHS Trust. 

Ilustrasi dokter menulis - (Pixabay/mufidpwt)
Ilustrasi dokter menulis - (Pixabay/mufidpwt)

Atas krisis yang terjadi akibat pandemi,  Dr Dan Martin seorang kepala perawatan intensif di Royal Free Hospital, mengatakan bahwa para tenaga medis terpaksa harus menyesuaikan diri dengan situasi.

"Kita perlu cepat beradaptasi dengan apa yang kita pelajari tentang penyakit ini dan belajar dari rekan-rekan kita di pusat-pusat lain," kata Dr Martin pada Independent.

Baca Juga: Cocok untuk Teman Karantina, Konsumsi 5 Makanan Rendah Kalori Ini

"Kami sangat perlu melihat data kami sendiri untuk memahami apakah kami melakukan ini dengan benar atau tidak. Semoga beruntung, tetap aman dan bersikap baik satu sama lain," tambahnya.

Menurut Dr Pittard, berbagai hal baru dan tuntutan seperti yang disebut Dr Martin akan sangat memungkinkan menimbulkan PTSD pada para tenaga medis. Apalagi mereka harus melihat berbagai kengerian di ruang perawatan intensif.  

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB