Carrimycin yang Disebut Obat Covid-19, Ternyata Sudah Dipasarkan

Obat carrimycin disebut sudah dipasarkan untuk indikasi terapi beberapa penyakit.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 10 April 2020 | 17:30 WIB
Carrimycin yang Disebut Obat Covid-19, Ternyata Sudah Dipasarkan

Carrimycin yang Disebut Obat Covid-19, Ternyata Sudah Dipasarkan

himedik.com - Dalam blog pribadi mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dengan alamat Disway.id, dibahas sebuah ulasan tentang obat untuk infeksi Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona baru. Menurutnya, obat ini dikembangkan oleh China.

Dalam ulasannya, Dahlan mengaku tertarik dengan salah satu obat dari 10 daftar yang digunakan China dalam menangani pasien Covid-19. Obat ini bernama carrimycin.

Obat ini pun sudah dipakai di sembilan rumah sakit di sembilan kota di China.

"Di sembilan rumah sakit itu pula uji klinis sudah dilakukan. Sejak awal Februari lalu. Terhadap 500 lebih relawan. Yang berumur antara 18 sampai 70 tahun," tulisnya.

Dahlan juga menuturkan bahwa carrimycin bukan obat baru, melainkan penemuan lanjutan dari Juni 2019, yang dahulu digunakan untuk menangani bakteri dan infeksi, serta melawan kanker.

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Berdasarkan NCBI, carrimycin adalah antibiotik makrolida dengan efek terhadap beberapa bakteri gram positif dan efek in vitro pada Mycobacterium tuberculosis.

Dalam sebuah Informed Consent Form (ICF) atau formulir persetujuan yang ditujukan untuk responden penelitian, diterbitkan oleh Clinicaltrials.gov, penelitian untuk uji coba carrimycin terhadap pasien Covid-19 dipimpin oleh Jin Ronghua dari Beijing YouAn Hospital, Capital Medical University.

Dalam formulir tersebut juga tertulis obat carrimycin sudah dipasarkan untuk indikasi terapi beberapa penyakit.

"Termasuk faringitis akut, tonsilitis supuratif akut (amandel), trakeitis akut - bronkitis, pneumonia ringan, sinusitis akut, otitis media supuratif, dan infeksi kulit dan jaringan lunak akut," tulis peneliti.

Pada laman US National Library of Medicine juga tertera bahwa penggunaan obat carrimycin ini akan dilakukan bersama dengan perawatan dasar untuk Covid-19.

Baca Juga: Efek Samping Klorokuin, Hidroksiklorokuin & Azitromisin untuk Obat Covid-19

Sayangnya, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai studi ini, apakah carrimycin terbukti efektif dan bagaimana tingkat keamanannya terhadap Covid-19, karena perkiraan tanggal penyelesaian studi pada 28 Februari 2021 mendatang.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB