Tips Beri Dukungan Emosional pada Keluarga Korban Covid-19

Jangan sampai pandemi Covid-19 ini membuat sifat kemanusiaan kita berkurang.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Sabtu, 11 April 2020 | 14:30 WIB
Tips Beri Dukungan Emosional pada Keluarga Korban Covid-19

Tips Beri Dukungan Emosional pada Keluarga Korban Covid-19

himedik.com - Kehilangan seseorang yang dicintai adalah salah satu hal tersulit yang dihadapi setiap orang. Itulah sebabnya pelukan atau dukungan emosional sangat berarti bagi yang ditinggalkan.

Sayangnya, dalam masa pandemi corona seperti ini, orang-orang tidak bisa secara langsung memberi kekuatan emosional itu.

Jika Anda merasa sulit menawarkan dukungan emosional kepada mereka yang telah kehilangan orang dicintai selama masa wabah Covid-19 ini, Anda dapat mencoba cara-cara di bawah ini, dilansir dari The Health Site.

1. Manfaatkan teknologi

Anda masih bisa menjangkau mereka melalui telepon atau berkirim pesan, atau bahkan mengirimkan pesan video atau audio yang menunjukkan belasungkawa.

Jika yang berduka adalah seseorang yang dekat dengan Anda, bicarakan kenangan Anda tentang orang yang meninggal tersebut.

Ilustrasi perempuan yang berduka karena ditinggal kekasih (Shutterstock).
Ilustrasi perempuan yang berduka karena suami meninggal (Shutterstock).

Mereka mungkin sangat tertekan saat ini dan mungkin tidak tahu untuk bereaksi terhadap tragedi semacam itu pada awalnya. Tetapi Anda bisa terus berkomunikasi dan menawarkan kemungkinan bantuan.

Biarkan orang itu tahu bahwa dia tidak sendirian dan bahwa Anda ada di sana untuk berbagi kesedihannya.

2. Kirim sesuatu

Alih-alih bertanya apakah ada sesuatu yang dapat Anda lakukan, kirimkan beberapa tanda kasih sayang kepada mereka. Bisa berupa bunga atau barang-barang yang dibutuhkannya selama karantina di rumah.

Baca Juga: Kebanjiran Pasien, Kota di Ekuador Meninggalkan Mayat Covid-19 di Jalan?

Namun, pertama-tama beri tahu orang atau keluarga yang berduka agar tahu apa yang Anda lakukan. Karena tujuan Anda adalah untuk mendukung dan tidak menyakiti mereka.

Ilustrasi seorang perempuan sedang menangis. (Shutterstock)
Ilustrasi seorang perempuan sedang menangis. (Shutterstock)

3. Pasang telinga dan memerhatikan mereka

Menjadi pendengar yang baik adalah sesuatu yang diperlukan seseorang ketika sedang berduka atau sedih. Jangan pernah katakan bahwa Anda tahu bagaimana perasaan mereka, meski memang pernah mengalaminya di masa lalu.

Sebab, setiap orang beraksi berbeda terhadap situasi dan penting untuk menerima perbedaan ini. Biarkan orang itu mencurahkan hatinya untuk Anda, yang akan membuatnya merasa sedikit lebih ringan.

Mungkin sulit untuk mendengar terus menerus, tetapi ini dapat bermanfaat bagi mereka. Pastikan juga Anda tidak menggunakan bahasa apa pun yang bersifat menghakimi. Juga, jangan pernah memberi tahu orang yang berduka tentang apa yang harus dia lakukan.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB