Benarkah Bisa Tahan Napas 10 Detik Bebas dari Corona Covid-19? ini Kata WHO

WHO beberkan fakta yang berkaitan dengan tes virus corona Covid-19 secara mandiri dengan menahan napas selama 10 detik.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 26 April 2020 | 21:00 WIB
Benarkah Bisa Tahan Napas 10 Detik Bebas dari Corona Covid-19? ini Kata WHO

Benarkah Bisa Tahan Napas 10 Detik Bebas dari Corona Covid-19? ini Kata WHO

himedik.com - Di tengah kepanikan masyarakat tentang virus corona Covid-19, banyak sekali informasi tidak akurat alias hoaks yang tersebar di media sosial dan lainnya.

Banyak orang mungkin sudah menerima informasi bahwa seseorang bisa mendeteksi adanya virus corona Covid-19 dalam tubuh secara mandiri, salah satunya dengan cara menahan napas.

Beberapa orang mungkin percaya menahan napas selama 10 detik tanpa batuk-batuk bisa mendeteksi tubuh terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak.

Faktanya, WHO Indonesia mengatakan seseorang yang mampu menahan napas 10 detik tanpa batuk atau merasa ketidaknyamanan apapun, bukan berarti terbebas dari infeksi virus corona Covid-19 atau penyakit saluran pernapasan lainnya.

"Mampu menahan napas selama 10 detik atau lebih tanpa batuk-batuk atau merasa tidak nyaman bukan berarti Anda bebas dari #Covid-19 atau penyakit saluran pernapasan lainnya," tulis akun Twitter @WHOIndonesia.

WHO Indonesia menjelaskan tahan napas tidak bisa mendeteksi corona Covid-19 (Twitter/@WHOIndonesia)
WHO Indonesia menjelaskan tahan napas tidak bisa mendeteksi corona Covid-19 (Twitter/@WHOIndonesia)

Seperti yang Anda ketahui, gejala umum infeksi virus corona Covid-19 adalah batuk kering, kelelahan dan demam. Ada pula beberapa orang yang mungkin mengalami gejala lebih parah, seperti pneumonia.

Sementara itu, cara terbaik utnuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak adalah tes laboratorium.

Sebelumnya, ahli kesehatan juga telah menyarankan semua orang untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak sosial ketika keluar rumah. Sehingga kita bisa melindungi dirinya sendiri dan orang di sekitar dari virus corona Covid-19.

Karena, penularan virus corona Covid-19 bisa terjadi melalui tetesan cairan pernapasan tubuh ketika seseorang batuk dan bersih. Tetapi, kita juga perlu mewaspadai orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 tanpa gejala.

Baca Juga: Studi: Hidroksiklorokuin Dapat Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB