Lagi, Dokter yang Merawat Pasien Covid-19 Bunuh Diri akibat Tertekan

Alasan sang dokter berani mengambil keputusan tersebut lantaran tekanan dari pekerjaannya.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kamis, 30 April 2020 | 19:30 WIB
Lagi, Dokter yang Merawat Pasien Covid-19 Bunuh Diri akibat Tertekan

Lagi, Dokter yang Merawat Pasien Covid-19 Bunuh Diri akibat Tertekan

himedik.com - Seorang dokter yang bertugas di ruang gawat darurat (UGD) di New York, Dr Lorna Breen (49), yang juga berjuang di garis depan untuk merawat pasien Covid-19, dilaporkan meninggal dunia.

Bukan karena virus corona, sang ayah, Philip Breen mengabarkan putrinya meninggal akibat bunuh diri pada Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, alasan sang dokter berani mengambil keputusan tersebut lantaran tekanan dari pekerjaannya.

Dilansir The Guardian, Lorna Breen bekerja di rumah sakit Allen New York Presbyterian, Manhattan, New York. Lokasi yang dilanda wabah virus corona.

"Dia benar-benar di garis depan. Dia mencoba melakukan pekerjaannya, dan itu membunuhnya," kata sang ayah.

Ayahnya mengatakan bahwa Lorna sempat berbicara dengannya tentang bagaimana pengalamannya dalam merawat pasien membuatnya hancur. Terlebih saat ia dan dokter lain tidak dapat menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

Dr Lorna M Breen (YouTube/WSLS 10)
Dr Lorna M Breen (YouTube/WSLS 10)

Philip mengaku putrinya itu sempat terinfeksi virus corona dan sudah melakukan karantina mandiri selama sekitar satu setengah minggu. Setelah kondisinya membaik, ia kembali bekerja di rumah sakit.

Sang dokter diketahui tidak memiliki penyakit mental, tetapi menurut Philip, Lorna tampak 'menjarak' ketika terakhir kali berbicara dengannya.

Diketahui Lorna mengakhiri hidupnya di Charlottesville, Virgina, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal.

"Korban dibawa ke Rumah Sakit UVA untuk dirawat, tetapi kemudian meninggal karena cedera yang dideritanya sendiri," kata Tyler Hawn, juru bicara Departemen Kepolisian Charlottesville.

Baca Juga: Bullying dan Efeknya pada Korban, dari Depresi hingga Ingin Bunuh Diri

Di luar pekerjaan, sang dokter dikenal sebagai seorang yang agamis dan dekat dengan keluarga.

Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja, tetapi juga kesehatan mental. Bahkan hal ini juga memengaruhi kondisi dokter darurat dan tim mereka.

National Institutes of Health mencatat hampir 300 dokter meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya.

Philip berharap anaknya dikenang sebagai pahlawan.

"Karena dia adalah korban seperti halnya orang lain yang telah meninggal," tandasnya.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB