Sering Dengar Suara Gaib? Waspada itu Bisa Jadi Tanda Demensia

Keseringan mendengar suara gaib atau tidak nyata bisa jadi tanda-tanda peringatan demensia.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 17 Mei 2020 | 09:00 WIB
Sering Dengar Suara Gaib? Waspada itu Bisa Jadi Tanda Demensia

Sering Dengar Suara Gaib? Waspada itu Bisa Jadi Tanda Demensia

himedik.com - Demensia dalah sekelompok penyakit yang terkait dengan kerusakan otak. Ada lebih 400 jenis dan gejala demensia tergantung pada bagian otak yang rusak.

Adapun gejala umum yang ditemukan dalam semua bentuk demensia, termasuk kehilangan ingatan, dan kebingungan.

Bentuk demensia tertentu menghasilkan gejala yang lebih berbeda. Demensia tubuh Lewy juga dikenal sebagai demensia dengan tubuh Lewy yang disebabkan oleh halusinasi pendengaran.

Menurut Alzheimer's Society dilansir oleh Express, demensia jenis ini bisa berupa suara pendengaran yang tidak nyata, seperti ketukan atau langkah kaki.

Demensia tubuh Lewy adalah jenis demensia progresif kedua yang paling umum setelah penyakit alzheimer.

Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]
Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]

Selain halusinasi pendengaran, halusinasi visual juga merupakan tanda peringatan dini umum dari demensia tubuh yang kurang sehat.

Alzheimer's Society menjelaskan halusinasi visual sering terjadi pada orang atau hewan yang diperinci dan meyakinkan untuk penderita demensia.

"Halusinasi ini bisa bertahan beberapa menit dan mungkin mengganggu. Seseorang mungkin juga memiliki kesalahan persepsi visual, seperti mengira bayangan atau mantel di gantungan itu seperti seseorang," jelasnya.

Penelitian lainnya juga menjelaskan lebih lanjut tentang gejala spesifik demensia tubuh yang buruk. Para ilmuwan di Universitas Newcastle telah menunjukkan bahwa orang dengan penyakit alzheimer atau demensia tubuh Lewy memiliki pola berjalan unik yang menandakan perbedaan halus antara kedua kondisi tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam Alzheimer & Demensia: The Journal of Asosiasi Alzheimer, menunjukkan bahwa orang dengan demensia tubuh Lewy berjalan lebih asimetris ketika bergerak, dibandingkan dengan orang dengan penyakit alzheimer.

Baca Juga: Meski Dicap Buruk, Pakar Sebut Bergosip Punya Manfaat Tersendiri!

Menurut penelitian ini, perbedaan langkah atau gaya berjalan ini bisa digunakan sebagai biomarker klinis untuk berbagai subtipe penyakit dan bisa membantu menentukan perawatan yang tepat untuk pasien demensia.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB