Dokter AS: Pasien Covid-19 Muda dan Sehat Bisa Terkena Stroke Mendadak

Dokter di Amerika Serikat telah menemukan beberapa kasus anak muda yang sehat dengan gejela Covid-19 ringan mengalami stroke.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Minggu, 17 Mei 2020 | 18:30 WIB
Dokter AS: Pasien Covid-19 Muda dan Sehat Bisa Terkena Stroke Mendadak

Dokter AS: Pasien Covid-19 Muda dan Sehat Bisa Terkena Stroke Mendadak

himedik.com - Seorang pasien Covid-19, Ravi Sharma (27) mengalami batuk selama seminggu dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun ia kemudian mengalami stroke dan tidak bisa menggerakan sebagian tubuhnya.

Dilansir dari New York Times, Sharma terlalu muda untuk terserang stroke. Dia berolahraga setiap hari dan tidak menderita diabetes, tekanan darah tinggi atau jenis kondisi medis yang dapat menyebabkan stroke pada orang dewasa muda. Tetapi saat ditangani di Rumah Sakit Jamaika, ia dikonfimasi positif Covid-19.

Ahli saraf di New York, Detroit, New Jersey dan negara bagian lain telah melaporkan banyaknya kasus-kasus orang muda yang terkena stroke terkait covid-19. Para dokter mulai yakin, bahwa stroke mewakili manifestasi berbahaya lain dari Covid-19.

Kasus-kasus ini menambah bukti bahwa serangan virus corona tidak hanya paru-paru, tetapi juga ginjal, otak, jantung dan hati. Dalam kasus yang jarang terjadi, tampaknya memicu sindrom inflamasi yang mengancam jiwa pada anak-anak.

"Kami melihat banyak anak muda yang menderita batuk ringan atau tidak memiliki gejala virus sama sekali, dan mereka mengisolasi diri di rumah seperti yang seharusnya. Tapi kemudian mereka mengalami stroke mendadak," kata Dr. Adam Dmytriw, ahli radiologi Universitas Toronto.

Para dokter di Sistem Kesehatan Mount Sinai New York juga melihat sejumlah kecil pasien stroke muda. Pihaknya menyatakan, bahwa mereka merawat lima pasien dengan Covid-19 yang terkena stroke selama periode dua minggu terakhir.

ilustrasi stroke
ilustrasi stroke

"Pusat medis biasanya melihat hanya satu pasien stroke di bawah usia 50 setiap tiga minggu," kata Dr. Johanna Fifi, seorang ahli saraf.

Empat dari lima pasien relatif sehat, dua pasien berusia 30-an tidak memiliki faktor risiko stroke yang diketahui.

"Kami sampai pada kesimpulan bahwa itu terkait dengan Covid-19," kata Dr. Fifi dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: Lelaki Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19, Alasan: Kandungan dalam Darah

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB