Waspada Serangan Jantung, Perhatikan Gejalanya pada Kelopak Mata!

Serangan jantung tidak hanya menimbulkan gejala nyeri dada, tetapi juga bisa menyebabkan perubahan di kelopak mata.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 27 Mei 2020 | 21:00 WIB
Waspada Serangan Jantung, Perhatikan Gejalanya pada Kelopak Mata!

Waspada Serangan Jantung, Perhatikan Gejalanya pada Kelopak Mata!

himedik.com - Serangan jantung adalah penyabab kematian tertinggi akibat hilangnya darah secara mendadak di otot jantung. Serangan jantung bisa terjadi ketika arteri koroner yang merupakan saluran utama untuk membawa darah ke jantung tersumbat.

Kebanyakan orang memahami tanda serangan jantung berupa nyeri dada. Tetapi, serangan jantung bisa menimbulkan tanda-tanda lain pada tubuh yang terabaikan.

Penelitian telah menemukan bahwa perubahan tubuh yang halus bisa menandakan risiko seseorang berisiko mengalami serangan jantung pada suatu hari.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ, satu tanda peringatan utama serangan jantung bisa terlihat pada kelopak mata. Tanda-tanda ini disebut xanthelasmata, yang juga termasuk tanda peringatan tingginya kadar kolesterol.

Kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah. Kondisi ini salah satu penyebab utama terjadi sumbatan di pembuluh darah jantung.

Studi ini telah meneliti hubungan antara endapan kolesterol dan penyakit jantung terhadap 12 ribu orang di Denmark pada 1970-an, sebanyak 4,4 persen diantara mengalami xanthelasmata.

Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Tiga dekade kemudian, mereka yang menderita xanthelasmata memiliki kemungkinan 48 persen lebih besar mengalami serangan jantung. Sebanyak 39 persen lebih mungkin untuk menderita penyakit jantung dan 14 persen lebih mungkin meninggal dunia.

Para peneliti menyimpulkan bahwa xanthelasmata dapat memprediksi risiko penyakit arteri koroner, serangan jantung dan kematian pada populasi umum.

Peneliti juga menyimpulkan bahwa arcus corneae atau arcus senilis bukan merupakan prediktor independen yang penting terhadap risiko. Arcus senilis juga dikenal sebagai arcus corneae, yakni busur abu-abu atau putih yang terlihat di atas dan bawah di bagian luar kornea yang terlihat jelas seperti menutupi kubah bagian depan mata.

"Temuan ini tidak mengejutkan bagi profesional medis, karena xanthelasmata dikenal sebagai endapan kolesterol. Kondisi ini merupakan tanda peningkatan kadar kolesterol yang merupakan faktor ririsko penyakit kardiovaskular," jelas NHS dikutip dari Express.

Baca Juga: Update Corona Covid-19 pada 27 Mei 2020: Kematian di AS Capai 100 Ribu

Ilustrasi mengucek mata. (Shutterstock)
Ilustrasi kelopak mata. (Shutterstock)

 

Temuan ini juga merupakan gagasan tentang kekuatan hubungan antara xanthelasmata dengan penyakit kardiovaskular.

Peneliti ini menyoroti bahwa orang-orang dengan tanda-tanda ini harus memeriksakan risiko penyakit kardiovaskularnya. Tapi juga perlu mempertimbangkan faktor risiko lain, seperti usia, IMT, kebiasaan merokok, diabetes, riwayat keluarga dengan serangan jantung, stroke dan peningkatan tekanan darah.

"Pengetahuan ini akan membantu dokter dalam menentukan seseorang berisiko menderita penyakit jantung atau tidak. Selain itu, penelitian ini juga memungkinkan mereka mengubah gaya hidup untuk menurunkan risikonya," jelasnya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB