Info

New Normal Indonesia, UNICEF Minta Pemerintah Penuhi Hak Anak

Menurut UNICEF, 80 juta anak Indonesia bakal kena imbas dari pandemi corona.

Yasinta Rahmawati

Ilustrasi anak-anak bermain. (Pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi anak-anak bermain. (Pixabay/jarmoluk)

Himedik.com - Dalam memulai new normal pandemi corona Covid-19, pemerintah Indonesia mendapat pesan dari United Nations Children's Fund (UNICEF) untuk serius memperhatikan aspek keselamatan anak-anak sebelum melakukan kebijakan tersebut.

Education Specialist UNICEF Indonesia, Nugroho Indera Warman mengatakan, seluruh negara termasuk Indonesia harus mampu memenuhi hak anak yang diatur dalam Konvensi hak anak PBB tahun 1989 yang diperkuat melalui Undang-undang Perlindungan Anak tahun 2014.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak Covid-19. Di Indonesia, berdasarkan catatan UNICEF, yang tergolong dalam kelompok usia anak di bawah 18 tahun berjumlah hampir 80 juta jiwa.

"Situasi pandemi ini anak-anak lebih rentan untuk mengalami dampak sosial ekonomi jangka pendek maupun panjang," kata Nugroho dalam diskusi BNPB soal new normal, Selasa (2/6/2020).

Beberapa hak anak yang harus tetap dipenuhi meski di tengah pandemi antara lain, hak pendidikan, gizi baik, dan imunisasi.

Ilustrasi anak belajar. (pixabay/rawpixel)
Ilustrasi anak belajar. (pixabay/rawpixel)

 

Dalam catatan UNICEF, hampir seluruh sekolah-sekolah di Indonesia menghentikan aktivitas belajar di gedung sekolah, mereka beralih ke sistem belajar dari rumah. Namun kendalanya tidak semua anak memiliki fasilitas yang memadai untuk tetap bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

"Hampir seluruh 60 juta (anak) tidak sekolah, saat ini sudah mencapai level emergency, dari beberapa survei maupun monitor banyak siswa tidak bisa melakukan pembelajaran jarak jauh, akses internet, listrik terbatas," ucapnya.

Langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan televisi dan radio publik dinilai sebagai langkah yang cukup baik untuk mengatasi masalah di atas.

Jika Indonesia memutuskan untuk mulai menerapkan fase new normal dalam waktu dekat, UNICEF berpandangan pemerintah harus memberikan perhatian ekstra dalam pengawasannya di sekolah.

"Misalnya, pemerintah bisa mengadakan sarana mencuci tangan yang lengkap, pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke sekolah, dan menghidari kegiatan perkumpulan untuk memutus rantai penyebaran," katanya.

Pemerintah juga harus siap untuk menutup kembali sekolah dan merumahkan anak-anak apabila terjadi gelombang kedua pandemi corona Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terkini