Seberapa Lama Cairan Bersin Dapat Mengering Pengaruhi Penyebaran Covid-19

Peneliti menemukan cairan ketika bersin dan batuk yang lama mengering bisa memengaruhi penyebaran virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Jum'at, 12 Juni 2020 | 12:00 WIB
Seberapa Lama Cairan Bersin Dapat Mengering Pengaruhi Penyebaran Covid-19

Seberapa Lama Cairan Bersin Dapat Mengering Pengaruhi Penyebaran Covid-19

himedik.com - Sebuah studi baru menemukan tetesan cairan (droplet) pernapasan tubuh ketika bersin dan batuk yang lama mengering bisa menjadi sumber penyebaran virus corona Covid-19.

Wilayah dengan suhu lebih tinggi dan kelembapan lebih rendah mungkin memiliki penyebaran infeksi virus corona Covid-19 lebih rendah. Karena, tetesan cairan tubuh akan lebih cepat mengering di wilayah tersebut.

Temuan itu diperoleh dua profesor dari IIT Bombay, Rajneesh Bhardwaj dan Amit Agrawal, yang mengatakan tetesan cairan pernapasan tubuh ketika batuk perlu dikeringkan.

"Kemungkinan kelangsungan hidup virus itu meningkat sekitar 5 kali lipat dalam kondisi lembap dibandingkan dengan kondisi kering," kata Bhardwaj dikutip dari Times of India.

Jika Mumbai memasuki musim dingin dengan tingkat kelembapan lebih tinggi dari 80 persen, Agrawal khawatir kondisi itu akan menyebabkan lonjakan infeksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

"Di Mumbai dan kota-kota di Kerala, kelembaban menjadi salah satu faktor utama yang menentukan infeksi virus," kata Agrawal.

Meski begitu, beberapa dokter tidak yakin kalau tingkat kelembapan tinggi dan musim hujan memengaruhi tingkat infeksi virus corona Covid-19.

Sebelumnya, Seorang ahli kesehatan mengatakan bahwa suhu atau temperatur panas dan sinar matahari, dapat membantu memperlambat penyebaran Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan pada pengarahan gugus tugas virus Corona Gedung Putih pada Kamis (23/4/2020).

William Bryan dari Direktorat Sains dan Teknologi di Departemen Keamanan Dalam Negeri mencatat bahwa suhu panas, kelembapan, sinar Matahari, dan sinar UV mungkin menjadi kelemahan dalam rantai virus tersebut.

Baca Juga: Waspada! Perut Kembung Bisa Menjadi Tanda Masalah Kesehatan Serius

"Pengamatan kami yang paling mencolok hingga saat ini adalah efek kuat yang dimiliki cahaya matahari untuk membunuh virus, baik permukaan maupun udara. Kami telah melihat efek yang serupa dengan suhu panas dan kelembaban juga, di mana peningkatan suhu dan kelembapan atau keduanya umumnya kurang menguntungkan terhadap virus," tambah Bryan.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB