Jangan Abaikan Sakit Kepala, Bisa Jadi itu Tanda Tubuh Kurang Minum!

Tubuh yang dehidrasi di tengah cuaca panas bisa menimbulkan gejala sakit kepala hingga mulut kering.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 28 Juni 2020 | 12:00 WIB
Jangan Abaikan Sakit Kepala, Bisa Jadi itu Tanda Tubuh Kurang Minum!

Jangan Abaikan Sakit Kepala, Bisa Jadi itu Tanda Tubuh Kurang Minum!

himedik.com - Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan cairan. Padahal tubuh yang dehidrasi bisa memicu masalah kesehatan ringan hingga paling berat. Karena itu, semua orang perlu memastikan tubuhnya terhidrasi dengan baik.

Hal ini juga sangat penting ketika cuaca panas. Tapi, seringkali seseorang mengabaikan tanda-tanda tubuh yang dehidrasi, salah satunya rasa haus.

Adapun tanda-tanda lain dehidrasi ringan, termasuk sakit kepala, merasa kepanasan, lelah, mulut kering dan mual.

Dr Keith Grimes, seorang dokter umum di Babylon, mengatakan tubuh akan kehilangan banyak air melalui keringat dan pernapasan ketika cuaca panas. Kondisi panas ini tentu meningkatkan risiko menjadi dehidrasi.

"Untungnya, manusia bisa beradaptasi dengan cepat dan tubuh memiliki sejumlah mekanisme untuk menjaga keseimbangan kadar cairan. Sensor di dalam otak akan membantu mendeteksi perubahan dalam status hidrasi, memicu rasa haus dan mengurangi buang air kecil," jelas Keith Grimes dikutip dari Metro UK.

Ilustrasi minum air putih. (Shutterstock)
Ilustrasi minum air putih. (Shutterstock)

Keith Grimes pun menjelaskan bahwa tidak ada bukti kalau rasa haus adalah tanda tubuh sudah dehidrasi parah. Jadi, perhatikan tanda-tanda ringan dehidrasi pada tubuh.

Beberapa orang mungkin mudah mendeteksi tanda-tanda dehidrasi ringan pada tubuhnya. Tapi, ada pula orang yang kesulitan mendeteksi kondisi tersebut.

Dalam kondisi itu, seseorang bisa membuat jadwal minum yang teratur sepanjang hari, meskipun hanya minum dalam jumlah sedikit.

Grimes mencatat bahwa seiring bertambahnya usia, respos haus seseorang terhadap dehidrasi akan berkurang. Karena itu, seseorang perlu memastikan minum teratur tanpa menunggu rasa haus seiring bertambahnya usia.

Begitu pula dengan anak-anak, mereka mungkin juga kesulitan mengetahui tanda-tanda dehidrasi. Karena itu, orangtua perlu memastikan anak-anak tetap terhidrasi.

Baca Juga: Mudah! Begini Cara Pencegahan Bakteri Listeria

Masalah medis tertentu, seperti diabetes atau kondisi jantung juga bisa meminta rekomendasi asupan cairan yang lebih spesifik. Jadi, Anda perlu mengonsultasikannya dengan profesional medis.

Ilustrasi botol minum. (Unplash/Houston Max)
Ilustrasi botol minum. (Unplash/Houston Max)

 

Jika Anda merasa haus atau mulut kering, jangan panik untuk meminum sesuatu karena takut tubuh dehidrasi. Jangan pula membebani tubuh dengan minum banyak air agar tubuh terhidrasi seketika.

"Kami telah menetapkan bahwa orang harus minum ketika merasa haus," kata Dr Grimes.

Perlu dipahami kalau alkohol dan minuman berkafein bisa menyebabkan peningkatan kehilangan cairan (diuresis). Tetapi, kebanyakan ahli tidak percaya minuman itu berkontribusi signifikan terhadap risiko dehidrasi.

NHS merekomendasikan minum sekitar 1,2 liter atau 6 hingga 8 gelas sehari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tapi, Anda perlu menambah jumlah minum ketika cuaca panas.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB