Studi: Teh Hijau Berpotensi Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang menarik ini mungkin juga efektif melawan jenis plak yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Minggu, 12 Juli 2020 | 16:15 WIB
Studi: Teh Hijau Berpotensi Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Studi: Teh Hijau Berpotensi Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

himedik.com - Sebuah studi menyebutkan, teh hijau kemungkinan bisa menurunkan risiko kematian akibat serangan jantung dan stroke. Hal itu dinyatakan dalam sebuah studi yang didanai oleh British Heart Foundation dan diterbitkan dalam Journal of Biological Chemistry.

Teh hijau bisa menjadi kunci untuk mencegah kematian akibat serangan jantung dan stroke yang disebabkan oleh aterosklerosis.  Aterosklerosis adalah penumpukan bahan lemak di dalam arteri yang dapat mengurangi aliran darah ke jantung dan otak. 

Dilansir dari Science Daily, para ilmuwan dari Lancaster University dan University of Leeds telah menemukan bahwa senyawa yang ditemukan dalam teh hijau dipelajari karena kemampuannya untuk mengurangi plak amiloid di otak pada penyakit Alzheimer dan juga memecah serta melarutkan plak protein berbahaya yang ditemukan di pembuluh darah.

Para peneliti menemukan bahwa epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang paling sering dikaitkan dengan teh hijau berikatan dengan serat amiloid dari apoA-1. Ini mengubah serat menjadi molekul larut yang lebih kecil kemungkinannya merusak pembuluh darah.

Ilustrasi teh hijau. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi teh hijau. (Sumber: Shutterstock)

"Manfaat kesehatan dari teh hijau telah dipromosikan secara luas dan telah diketahui selama beberapa waktu bahwa EGCG dapat mengubah struktur plak amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer," kata David Middleton, Profesor Kimia di Universitas Lancaster.

"Hasil kami menunjukkan bahwa senyawa yang menarik ini mungkin juga efektif melawan jenis plak yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke," imbuhnya.

Profesor Jeremy Pearson, Associate Medical Director di British Heart Foundation, mengatakan bahwa tubuh sering kali memecah EGCG sehingga menukar secangkir teh biasa dengan teh hijau mungkin tidak membuat perbedaan besar.

"Tetapi dengan rekayasa molekulnya sedikit, kita mungkin bisa membuat obat-obatan baru untuk mengobati serangan jantung dan stroke," ujar Pearson.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB