Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Masih Berisiko Alami Komplikasi Otak!

Komplikasi pada otak bisa menyebabkan stroke, pembengkakan, hingga kerusakan saraf.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Selasa, 14 Juli 2020 | 21:00 WIB
Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Masih Berisiko Alami Komplikasi Otak!

Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Masih Berisiko Alami Komplikasi Otak!

himedik.com - Pasien Covid-19 yang bergejala parah memang sering dikaitkan dengan pengembangan berbagai komplikasi. Sayangnya, penelitian baru menyebutkan bahwa orang dengan infeksi ringan pun bisa mengalami komplikasi pada otak berupa stroke, pembengkakan, hingga kerusakan saraf. 

Dilansir dari South China Moring Post (SCMP), komplikasi Covid-19 yang berpotensi fatal di otak termasuk stroke, delirium, dan kerusakan saraf yang mungkin lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya. 

Infeksi Covid-19 yang parah diketahui menempatkan pasien pada risiko komplikasi neurologis. Tetapi penelitian yang dipimpin oleh University College London (UCL) menunjukkan masalah serius juga dapat terjadi bahkan pada individu dengan infeksi ringan.

Tim melihat gejala neurologis dari 43 pasien di rumah sakit dengan dikonfirmasi atau dicurigai Covid-19. Mereka menemukan 10 kasus disfungsi otak sementara, 12 kasus peradangan otak, delapan stroke dan delapan kasus kerusakan saraf.

Sebagian besar pasien dengan peradangan didiagnosis ensefalomielitis diseminata akut (ADEM), suatu kondisi autoimun langka yang biasanya terlihat pada anak-anak setelah infeksi virus.

"Kami mengidentifikasi jumlah orang yang lebih tinggi dari yang diperkirakan, ini tidak selalu berkorelasi dengan keparahan gejala pernapasan," kata Michael Zandi dari Queen Square Institute of Neurology dan University College London Hospitals NHS Foundation Trust.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Penelitian diterbitkan dalam jurnal Brain ini juga menunjukkan bahwa tidak ada pasien dengan masalah neurologis yang memiliki virus corona dalam cairan serebrospinal. Hal ini menunjukkan bahwa virus tidak secara langsung menyerang otak mereka.

"Mengingat penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kita mungkin belum tahu apa kerusakan jangka panjang yang bisa disebabkan Covid-19," kata Ross Paterson dari Queen Square Institute of Neurology di UCL.

"Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan hasil pasien," tambahnya.

Sementara ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi otak bisa lebih umum di antara pasien Covid-19 daripada yang diperkirakan sebelumnya. 

Baca Juga: Update Corona Covid-19 pada 14 Juli 2020: Jumlah Pasien Meninggal Menurun

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB