Awas! Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Tetap Bisa Memiliki Gejala

Sebagian besar pasien Covid-19 melaporkan tetap memiliki satu atau beberapa gejala yang tetap ada meski sudah dinyatakan pulih dari virus.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Rabu, 15 Juli 2020 | 08:30 WIB
Awas! Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Tetap Bisa Memiliki Gejala

Awas! Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Tetap Bisa Memiliki Gejala

himedik.com - Sebuah penelitian yang diterbitkan secara daring pada 9 Juli di Journal of American Medical Association menyebutkan, bahwa pasien Covid-19 yang sudah sembuh masih bisa memiliki beberapa gejala yang menetap. 

Dilansir dari Medical Xpress, Angelo Carfi, MD, dari Fondazione Policlinico Universitario Agostino Gemelli IRCCS di Roma dan rekannya menindaklanjuti pasien yang dinyatakan sembuh menurut kriteria Organisasi Kesehatan Dunia  (WHO). 

Data dikumpulkan pada semua karakteristik klinis, termasuk riwayat klinis dan farmakologis, faktor gaya hidup, status vaksinasi dan pengukuran tubuh.

Data dimasukkan berasal dari 143 pasien, dengan usia rata-rata 56,5 tahun. Para peneliti menemukan bahwa 72,7 persen peserta memiliki bukti pneumonia interstitial selama dirawat di rumah sakit. 

Rata-rata lama tinggal di rumah sakit adalah 13,5 hari di mana 15 dan 5 persen pasien menerima ventilasi noninvasif dan invasif. 

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien Covid-19. (Shutterstock)


Pada saat evaluasi (rata-rata 60,3 hari setelah timbulnya gejala Covid-19 pertama), hanya 12,6 persen pasien yang benar-benar bebas dari gejala Covid-19 yang terkait. 

Sementara 32 dan 55 persen masing-masing memiliki satu hingga tiga gejala atau bahkan lebih. 

Tidak ada pasien yang mengalami demam atau gejala penyakit akut setelah sembuh. Tetapi di antara 44,1 persen pasien mengalami kualitas hidup yang memburuk. 

Secara keseluruhan, 53,1 persen pasien mengalami kelelahan, 43,4 pasien mengalami dispnea, 27,3 persen nyeri sendi dan 21,7 persen pasien melaporkan nyeri dada.

"Dokter dan peneliti telah fokus pada fase akut Covid-19, tetapi pemantauan lanjutan setelah keluar untuk efek jangka panjang diperlukan," catat para peneliti.

Baca Juga: Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Kenali Gangguan Kejiwaan Hoarding Disoder

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB