Pakai Syal sebagai Masker, Efektifkah untuk Menangkal Virus Corona?

Beberapa orang mungkin memakai syal atau bandana sebagai pengganti masker kain pada umumnya.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Jum'at, 17 Juli 2020 | 11:30 WIB
Pakai Syal sebagai Masker, Efektifkah untuk Menangkal Virus Corona?

Pakai Syal sebagai Masker, Efektifkah untuk Menangkal Virus Corona?

himedik.com - Masker seolah sudah menjadi kebutuhan utama semua orang di tengah pandemi virus corona Covid-19. Masker bedah maupun masker kain berfungsi mencegah penularan virus corona Covid-19.

Penggunaan masker ini diwajibkan ketika seseorang menaiki transportasi umum, berbelanja ke supermarket dan aktivitas lainnya di ruang publik.

Tapi, beberapa orang mungkin memakai syal atau bandana sebagai pengganti masker kain pada umumnya. Lalu, apakah syal dan bandana efektif sebagai masker?

Para ahli menemukan bahwa bandana dan syal bisa memberikan perlindungan. Tapi, fungsinya dalam menangkal virus corona Covid-19 mungkin tak seefektif masker bedah,

Para ahli mengatakan masker dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yakni masker respirator yang dirancang untuk melindungi pemakainya dan masker kain yang lebih berperan sebagai alat pengalih napas.

Simon Kolstoe, dosen senior bidang kesehatan berbasis bukti dan penasihat etika di University of Portsmouth, mengatakan sementara ini tidak semua masker berfungsi sama. Tapi, semua orang perlu memakainya di ruang publik.

Ilustrasi masker. (Shutterstock)
Ilustrasi masker. (Shutterstock)

Pada awal pandemi virus corona, pemerintah sudah mendesak semua orang untuk tidak membeli alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan oleh ahli medis. Karena, ahli medis lebih membutuhkan untuk menangani pasien virus corona.

Prof Kolstoe mengatakan bahwa semua orang pasti ingin terlindungi dari virus corona Covid-19. Penggunaan APD pun berfungsi untuk mencegah penularan virus yang lebih luas.

"Daripada memakai APD, orang umum lebih baik memakai masker untuk mengalihkan napas dan mencegah virus berpindah inang atau menginfeksi orang lain," kata Prof Kolstoe dikutip dari The Sun.

Dalam hal ini, masker bedah adalah satu-satunya jenis masker pengalih napas yang dibuat dengan standar tertentu. Masker jenis ini juga disebut sebagai masker medis.

Baca Juga: Karena Masker, 139 Pelanggan di Salon Selamat dari Penularan Covid-19!

"Sebagian besar masker yang dibeli atau dibuat dengan tangan sendiri biasanya tidak sesuai standar spesifik. Artinya, efektivitas masker DIY dalam menangkal virus tentu bervariasi.

Prof Kolstoe mengatakan umumnya masker kain termasuk syal berfungsi memperlambat partikel virus menyebar ketika berbicara, bersin atau batuk. Sehingga partikel virus itu tidak akan menyebar sejauh ketika seseorang tidak memakai masker.

Sebuah penelitian pun menemukan bahwa memakai bandana atau syal sebagai masker lebih baik daripada tidak memakai penutup mulut dan hidung sama sekali. Meskipun syal dan bandana tidak seefektif masker lainnya dalam menangkal virus corona.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB