Efek Jangka Panjang Covid-19 pada Organ Tubuh, dari Jantung hingga Saraf

Sistem saraf pusat adalah sistem organ lain yang juga mendapatkan perhatian selama pandemi Covid-19.

Yasinta Rahmawati
Senin, 20 Juli 2020 | 15:30 WIB
Ilustrasi penyebaran Covid-19. (Pixabay/Mohamed Hassan)

Ilustrasi penyebaran Covid-19. (Pixabay/Mohamed Hassan)

Himedik.com - Di awal kemunculannya, virus corona Covid-19 dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang paru-paru. Namun seiring banyaknya penelitian dilakukan untuk mempelajari virus ini, ditemukan bahwa Covid-19 sebenarnya dapat merusak hampir semua sistem organ tubuh.

Di sisi lain, ada efek jangka panjang Covid-19 yang dapat bertahan lama setelah pemulihan. Dilansir dari Medical Daily, laporan terbaru menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19) memengaruhi paru-paru, jantung, dan sistem saraf.

Seorang ahli penyakit menular di University of California, Berkeley, mengatakan tiga atau enam bulan ke depan dalam pandemi ini, mungkin akan ditunjukkan efek jangka panjang Covid-19 ketika para peneliti melihat efeknya terhadap organ lain, seperti ginjal, hati, dan saluran pencernaan.

"Pada awalnya, model kami untuk memahami infeksi ini adalah memperlakukannya seperti virus pernapasan lain seperti influenza," kata John Swartzberg, MD, profesor klinis emeritus penyakit menular dan vaksinologi di UC Berkeley-UC San Francisco Joint Medical Programme.

"Saya pikir salah satu hal yang paling disayangkan dan menarik tentang virus ini adalah interaksinya dengan kami sebenarnya jauh lebih rumit dari itu."

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

 

Pada paruh pertama tahun 2020, dokter mengamati beberapa komplikasi kesehatan yang persisten pada pasien yang telah pulih dari Covid-19 yang parah. Swartzberg mengatakan laporan awal menunjukkan penyakit itu bisa mempercepat jaringan parut di paru-paru, yang dapat menyebabkan sesak napas jangka panjang dan kesulitan pernapasan lainnya.

Organ lain yang juga sering terkena adalah jantung. Swartzberg mengutip bukti bahwa paru-paru dan jantung menderita akibat efek dari sitokin yang disebabkan oleh respons sistem kekebalan terhadap Covid-19. Beberapa kasus menunjukkan bahwa coronavirus juga secara langsung menargetkan sel-sel otot jantung. Dan masalahnya, mereka yang sembuh dari Covid-19 juga berisiko pada risiko masalah jantung kronis, kata Swartzberg.

Sistem saraf pusat adalah sistem organ lain yang juga mendapatkan perhatian selama pandemi Covid-19. Bukti menunjukkan bahwa virus dapat secara langsung memengaruhi neuron dan menyebabkan masalah psikologis atau cacat kognitif, yang oleh Swartzberg digambarkan sebagai "sangat mengganggu."

Baca Juga: Studi: Risiko Kematian Penderita Diabetes akibat Covid-19 Lebih Besar

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB