Sistem Peternakan Intensif Dinilai Dapat Menciptakan Patogen Mematikan!

Sistem peternakan ini juga dinilai buruk oleh pakar.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Selasa, 21 Juli 2020 | 07:00 WIB
Sistem Peternakan Intensif Dinilai Dapat Menciptakan Patogen Mematikan!

Sistem Peternakan Intensif Dinilai Dapat Menciptakan Patogen Mematikan!

himedik.com - Kepala Riset Global dan Kesejahteraan Hewan untuk Binatang di Peternakan, menggambarkan pertumbuhan unit peternakan intensif, tidak hanya di China tetapi di seluruh dunia, berpotensi meningkatkan resistensi antibiotik serta menciptakan patogen yang lebih mematikan dari virus corona.

"China sedang 'menginkubasi' dua jenis baru flu burung. Mereka juga berurusan dengan wabah flu babi, yang merupakan campuran dari manusia, babi, dan virus flu burung," kata Kate Blaszak, dilansirdari Express.

"Berbagai virus ini bercampur menjadi satu patogen yang sangat kuat."

Ilmuwan veteriner mengatakan dalam 10 hingga 15 tahun terakhir China telah melihat pergeseran besar dan cepat dari praktik peternakan tradisional.

Sekarang mereka meniru model perternakan di AS, di mana hewan disimpan di lingkungan yang gelap dan terbatas. Blaszak pun menggambarkan hal itu sebagai sistem perternakan yang buruk.

Ilustrasi peternakan babi (Shutterstock).
Ilustrasi peternakan babi (Shutterstock).

Ada ratusan juta hewan berpotensi mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, sehingga mereka membutuhkan pakan antibiotik terus menerus agar sehat.

"Lingkungan seperti itu menurunkan kekebalan hewan dan memungkinan penyebaran virus. Mereka menciptakan skenario sempurna untuk pencampuran, mutasi, dan amplifikasi virus."

Dia menambahkan bagaimana jumlah hewan dengan kepadatan tinggi dan sama secara genetik merupakan kondisi sempurna untuk perkembangbiakan virus lain yang berpotensi melompat ke manusia.

Hewan-hewan yang secara genetik sama dan diternak di tempat terbatas secara bersamaan perlu inokulasi tahunan agar terlindungi dari kerusakan akibat virus yang bermutasi secara cepat.

Selain itu, karena 75 persen antibiotik digunakan dalam pemeliharaan hewan ternak ada risiko tambahan untuk menciptakan bakteri yang sangat resisten.

Baca Juga: Peneliti Temukan 3 Respon Kekebalan Tubuh Terkait Covid-19, Apa Efeknya?

Ilustrasi babi. (Pixabay/skeeze)
Ilustrasi babi. (Pixabay/skeeze)

Banyak dari antibiotik ini digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan daripada menyembuhkan penyakit.

"Tanpa sejumlah besar antibiotik, banyak hewan yang tidak sehat dan mati, sehingga sistem perternakan intensif ini tidak akan berfungsi. Jadi, antibiotik hanya akan menahan untuk pandemi berikutnya."

Blaszak pun menyatakan perlunya meningkatkan standar kesejahteraan hewan ternak dan pengurangan konsumsi daging secara global.

"Dunia harus menjauh dari sistem pertanian intensif dan meningkatkan standar kesejahteraan hewan. Seharusnya ada pengurangan konsumsi daging," tandasnya.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB