Sering Mengantuk Setelah Makan? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengantuk setelah makan biasanya terjadi karena alasan ini.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Minggu, 26 Juli 2020 | 19:00 WIB
Sering Mengantuk Setelah Makan? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sering Mengantuk Setelah Makan? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

himedik.com - Tak sedikit orang merasa ngantuk atau lemas usai makan. Kondisi ini dalam dunia kesehatan disebut dengan postprandial somnolence.

Postprandial somnolence adalah penurunan tingkat energi setelah makan. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan jenis makanan dan waktu makan Anda.

Dilansir dari Medical News Today, banyak peneliti yang yakin bahwa penyebab ngantuk dan lemas setelah makan disebabkan karena tubuh memproduksi lebih banyak serotonin. Serotonin sendiri merupakan hormon yang mengatur suasana hati dan siklus tidur.

Makan makanan yang kaya protein dan karbohidrat bisa membuat orang lebih mungkin merasa ngantuk daripada makan makanan lain. Hal ini disebabkan kandungan asam amino yang disebut tripofan dalam protein akan memproduksi serotonin. Sementara itu karbohidrat membantu tubuh untuk menyerap triptofan.

Dengan begitu, jika Anda makan protein dan karbohidrat maka hasilnya akan semakin mudah ngantuk. Beberapa makanan berprotein yang mengandung tripofan adalah ikan salmon, unggas, telur, bayam, biji-bijian, susu, produk kedelai, keju. 

Ilustrasi makan daging. (Unsplash/Eduardo D)
Ilustrasi makan. (Unsplash/Eduardo D)

Sementara makanan berkabrohidrat tinggi adalah nasi, roti, biskuit, donat, makanan bergula, dan lain sebagainya. 

Para ahli merekomendasikan Anda untuk tidak makan siang terlalu banyak untuk menghindari merosotnya energi di sore hari. Bagaimanapun, makan menyababkan gula darah naik dan mengahasilkan penurunan energi. 

Selain makanan, kelelahan atau ngantuk usai makan juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti kurang tidur atau minum alkohol saat makan.

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar tidak mengantuk setelah makan adalah dengan makan sedikit namun lebih sering, tidur malam yang cukup, hingga terapi cahaya atau membuat tubuh terpapar cahaya yang terang. 

Baca Juga: Curiga Anak Terinfeksi Covid-19? Begini Cara Mengetahuinya

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB