Konsumsi Bayam dan Apel Rutin, Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah!

Tekanan darah tinggi yang bisa memicu sejumlah penyakit kronis dapat dikontrol dengan mengonsumsi sayur dan buah tertentu.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 27 Juli 2020 | 16:00 WIB
Konsumsi Bayam dan Apel Rutin, Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah!

Konsumsi Bayam dan Apel Rutin, Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah!

himedik.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu kondisi yang bisa memicu penyakit serius mematikan seperti penyakit jantung dan stroke. Karena itu, kondisi ini sering disebut sebagai silent killer.

Umumnya dilansir dari Express, tekanan darah seseorang yang sehat antara 90/60mmHg dan 120/80mmHg. Jadi, angka 140/90mmHg atau lebih besar dari itu dianggap sebagai tekanan darah tinggi.

Seseorang berisiko memiliki tekanan darah tinggi jika angka pertama (tekanan darah sistolik) lebih tinggi secara konsisten selama beberapa minggu.

Tekanan darah yang tinggi itulah memberikan tekanan ekstra pada jantung dan pembuluh darah. Sehingga seseorang lebih berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.

Kedua kondisi yang dipicu tekanan darah tinggi itu bisa mengancam jiwa. Sehingga Anda perlu memperhatikan gejala dan menjaga tekanan darah tetap stabil untuk menghindarinya.

Ilustrasi hipertensi, tekanan darah tinggi (shutterstock)
Ilustrasi hipertensi, tekanan darah tinggi (shutterstock)

Salah satu cara mengontrol tekanan darah tinggi adalah perubahan gaya hidup. Pusat Modifikasi Nutrisi dan Faktor Risiko Risiko di Rumah Sakit St. Michael, Kanada, pun menguji hipotesis tertentu.

Mereka menyelidiki efek dari sayuran tertentu yang bisa diolah sebagai minuman jus untuk mengontrol tekanan darah.

Mereka pun mengajak 27 peserta dalam kondisi sehat untuk memulai penelitian tersebut. Semua peserta pun diminta untuk mengonsumsi sayur bayam.

Para peserta diminta melakukan eksperimen mengonsumsi jus bayam selama 7 hari atau satu minggu. Tekanan darah mereka pun sempat diukur ketika hari pertama sebelum eksperimen dan setelahnya di hari terakhir untuk dibandingkan.

Hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa mengonsumsi bayam mengurangi tekanan darah tinggi dan kekakuan arteri partisipan.

Baca Juga: Update Covid-19 Global pada 26 Juli 2020: Yaman Krisis Dokter!

Ternyata, bayam kaya kandungan nitrat yang merupakan senyawa untuk membantu melebarkan pembuluh darah.

Pembuluh darah atau arteri yang melebar itulah bisa membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah, serta mengurangi ketegangan pada otot jantung.

Studi lain dari Fakultas Kedokteran dan Farmakologi di Universitas of Western Australia meneliti manfaat nitrat dari bayam.

Para peneliti mencatat bahwa nitrat dalam bayam bisa melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular.

Bayam bisa meningkatkan fungsi endotel dan menurunkan tekanan darah. Tim peneliti telah mencari tahu manfaat ini dengan melakukan riset terhadap 30 pria dan wanita sehat.

Semua peserta, ada yang diminta mengonsumsi bayam dan apel. Ada pula yang diminta mengonsumsi keduanya bersamaan.

Selama masa percobaan, tekanan darah semua peserta pun terus dipantau. Ternyata apel dan bayam berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah sistolik.

Namun, peneliti tidak ada efek signifikan pada tekanan darah diastolik. Sehingga mereka menyimpulkan bahwa bayam dan apel bisa menurunkan tekanan darah secara akut.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB