Perokok dan Pengguna Vape yang Terinfeksi Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke

Orang yang terinfeksi Covid-19 dengan riwayat merokok dilaporkan akan meningkatkan protein pembekuan darah atau stroke.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Selasa, 28 Juli 2020 | 08:30 WIB
Perokok dan Pengguna Vape yang Terinfeksi Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke

Perokok dan Pengguna Vape yang Terinfeksi Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke

himedik.com - Pasien Covid-19 yang memiliki riwayat merokok atau menggunakan vape berisiko lebih tinggi mengalami stroke. Hal ini dilaporkan oleh sebuah studi dari peneliti Texas Tech University dan diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences.

Dilansir dari Medical News Today, peneliti menunjukkan bahwa merokok sendiri telah menyebabkan kerusakan paru-paru dan sistem pernapasan. Selain itu, merokok atau menggunakan vape juga disebut membuat seseorang lebih rentan terhadap influenza. 

Sayangnya, terinfeksi Covid-19 yang dikombinasikan dengan riwayat merokok juga meningkatkan protein pembekuan darah dan risiko stroke. 

"Covid-19 tampaknya memiliki kemampuan meningkatkan risiko koagulasi darah (proses penggumpalan darah) yang juga terjadi pada orang perokok. Pada akhirnya, ini (riwayat merokok) dapat menyebabkan meningkatnya risiko stroke (pada pasien Covid-19)," kata Luca Cucullo, Ph.D. dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas Tech.

Tak berbeda dengan rokok, penggunaan vape juga sama-sama meningkatkan risiko stroke dengan cara yang berbeda. 

Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Menurut para peneliti dari Universitas Texas Tech, komponen aerosol vape dapat merusak pembuluh darah di otak. Menggunakan vape juga berpengaruh pada sebuah struktur pertahanan yang melindungi otak dari racun atau patogen dalam darah. Hal ini yang menyebabkan komplikasi neurologis yang terkait dengan stroke. 

Tak hanya itu, sama halnya dengan rokok, vape bisa meningkatkan jumlah reseptor ACE2, sebuah enzim dalam tubuh. Reseptor ACE2 inilah yang digunakan virus corona sebagai jalan untuk menginfeksi sel-sel dalam tubuh.

Peningkatan reseptor ACE2 juga membuat virus corona bisa menginfeksi lebih banyak sel, meningkatkan risiko komplikasi pada pasien.  

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB