Anjing Terlatih Mampu Mendeteksi Virus Corona Covid-19 pada Manusia

Dua studi menunjukkan bahwa anjing yang dilatih mampu mendeteksi virus corona melalui indra penciuman.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Kamis, 30 Juli 2020 | 10:00 WIB
Anjing Terlatih Mampu Mendeteksi Virus Corona Covid-19 pada Manusia

Anjing Terlatih Mampu Mendeteksi Virus Corona Covid-19 pada Manusia

himedik.com - Dengan indra penciuamn, anjing-anjing yang dilatih oleh peneliti Jerman dan Inggris disebut mampu mendeteksi virus corona Covid-19 pada manusia dengan akurat.

Pelatihan ini disebut memungkinkan karena saat seseorang yang terinfeksi virus, mereka akan mengalami perubahan bau badan. 

"Ketika Anda terinfeksi virus, bau tubuh akan berubah," kata James Logan, kepala Departemen Pengendalian Penyakit di London School of Hygiene dan Tropical Medicine kepada CBC News Kids. 

"Dan anjing adalah contoh tepat dalam hal kepandaian mendeteksi dan mempelajari bau" tambahnya. 

Pada penelitian, mereka melatih anjing Cocker Spaniels dan Labrador selama delapan hingga 10 minggu. Setelah terlatih, mereka akan berhenti dan melihat ke arah orang yang dari bau badannya telah berubah karena infeksi virus. 

Para peneliti menyatakan bahwa studi mereka akan berguna untuk mendeteksi pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala.

Ilustrasi anjing labrador. (Pixabay)
Ilustrasi anjing labrador. (Pixabay)

Mereka juga berharap bisa menyebarkan anjing-anjing terlatih ke tempat-tempat umum, seperti bandara, stasiun, dan lain sebagainya. 

Sementara itu, para ilmuwan dari Jerman juga melakukan hal yang sama. Tidak sampai 10 minggu, anjing-anjing dalam penelitian Jerman bisa terlatih hanya dalam waktu beberapa hari. 

Penelitian dari Jerman dilakukan oleh University Veterinary Medicine Hannover. Mereka melatih anjing dari angkatan bersenjata hanya dalam waktu lima hari untuk mampu mendeteksi virus corona

Meski dengan pelatihan singkat, tingkat keberhasilan anjing-anjing yang dilatih mencapai 94 persen setelah mengendus air liur lebih dari 1.000 orang, baik yang sehat maupun yang terinfeksi.

Baca Juga: Temuan Ahli, Tinggi Badan Pengaruhi Risiko Orang Terinfeksi Virus Corona

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

"Penelitian ini dapat bekerja karena proses metabolisme dalam tubuh pasien yang terinfeksi virus bisa benar-benar berubah," kata profesor Maren Von Kockritz-Blickwede seperti yang dikutip dari Huffpost.

"Kami pikir anjing-anjing ini mampu mendeteksi bau spesifik dari perubahan metabolisme yang terjadi pada pasien Covid-19," tambahnya. 

Anjing sendiri dikenal memiliki indra penciuman yang bahkan 1000 kali lebih sensitif daripada manusia. Sebelumnya, anjing juga telah dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit-penyakit lain seperti malaria, kanker prostat, diabetes, dan penyakit parkinson. 

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB