Ada Benjolan Baru di Tubuh, Ini Cara Bedakan Apakah Tumor atau Kanker

Mengetahui apakah benjolan di tubuh adalah tumor atau kanker bisa dilihat dari hal ini.

Yasinta Rahmawati
Selasa, 04 Agustus 2020 | 08:30 WIB
Ada Benjolan Baru di Tubuh, Ini Cara Bedakan Apakah Tumor atau Kanker

Ada Benjolan Baru di Tubuh, Ini Cara Bedakan Apakah Tumor atau Kanker

himedik.com - Kanker dan tumor sering dikaitkan jika ada benjolan baru di tubuh. Tetapi bisakah Anda membedakan keduanya? Dokter spesialis anak dr. Mururul Aisyi Sp.A (K) pun menjelaskan secara sederhana.

Ia menyebutkan bahwa tumor merupakan suatu benjolan tidak normal pada tubuh yang sebelumnya tidak pernah ada. 

"Kalau benjolan biasa ya biarkan saja, itu tidak bisa dikatakan tumor. Tapi kalau kita lagi jalan lalu terantuk batu kepala kita, benjol, iya itu adalah tumor. Jadi tumor itu setiap benjolan yang tadinya tak ada," jelas Aisyi dikutip dari webinar bersama Pita Kuning, Minggu (2/7/2020), dikutip dari Suara.com.

Sedangkan kanker, lanjutnya, merupakan tumor yang bersifat ganas. Saat benjolan tidak normal seperti tumor bertambah besar bahkan menyerang jaringan dalam tubuh, maka itu termasuk tanda tumor yang ganas. 

"Tanda ganas, (benjolan) bisa bertambah besar tanpa kendali, bisa menyelusup ke jaringan, bisa menyebar ke tempat yang jauh. Misal sebelumnya tadinya benjol di tungkai lalu bisa ke paru. Itu adalah tanda-tanda ganas," paparnya.

Ilustrasi tumor otak. (shutterstock)
Ilustrasi tumor otak. (shutterstock)

 

Riskesdas Kementerian Kesehatan pada 2018 menunjukan bahwa jumlah pasien kanker di Indonesia mengalami kenaikan sejak 2013.

Sebelumnya sebanyak 1,4 persen dari jumlah penduduk, meningkat jadi 1,8 persen pada 2018, tersebar di 34 provinsi. 

Riset berdasarkan diagnosis dokter itu tercatat bahwa paling banyak pasien kanker berusia 55-64 tahun (4,62 persen) dan usia 45-54 (4,03 persen).

Sedangkan untuk pengobatan, 61,8 peraen di antaranya menjalani operasi, 24,9 kemoterapi, 24,1 persen pengobatan lainnya, dan 17,3 persen pengobatan radiasi atau penyinaran.

Baca Juga: Jangan Kebanyakan Makan Daging, Ini 5 Tanda Tubuh Tak Sanggup Mencerna Lagi

(Suara.com/Lilis Varwati)

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB