Peneliti Tegaskan Ibuprofen Tidak Terkait dengan Kematian akibat Covid-19

Penelitian baru menunjukkan bahwa ibuprofen tidak meningkatkan risiko kematian akibat infeksi virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 15:00 WIB
Peneliti Tegaskan Ibuprofen Tidak Terkait dengan Kematian akibat Covid-19

Peneliti Tegaskan Ibuprofen Tidak Terkait dengan Kematian akibat Covid-19

himedik.com - Pada awal wabah, ibuprofen disebut bisa meningkatkan risiko kematian akibat virus corona. Padahal para peneliti menyatakan hal tersebut tidak terbukti.

Melansir dari The Sun, peneliti dari Universitas Aberdeen menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap ibuprofen tidak cukup berdasar. Dalam studi ini, para peneliti menguji sekitar 1.222 pasien pada delapan rumah sakit Inggris selama puncak pandemi.

Dari jumlah pasien tersebut, setidaknya 54 pasien diberikan resep obat inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen, dan diklofenak. Hasilnya menunjukkan bahwa angka kematian pada mereka yang diberi ibuprofen tidak meningkat atau sama dengan yang tidak diberikan ibuprofen.

Bahkan para ilmuan di penelitian ini menyatakan bahwa ada kemungkinan ibuprofen mengurangi tingkat kematian. "Temuan kami menunjukkan tidak ada efek negatif yang signifikan dari penggunaan NSAID rutin pada kematian pada pasien dengan infeksi Covid-19," kata dokter Eilidh Bruce yang merupakan pemimpin penelitian.

Ibuprofen. (Pixabay)
Ibuprofen. (Pixabay)

"Memang, efek menguntungkan dari NSAID terbilang sederhana (pada pasien Covid-19)" tambahya.

NSAID sendiri adalah obat nyeri yang paling umum digunakan di berbagai negara. Obat nyeri ini baik untuk mengobati kondisi kronis seperti reumatologi dan osteoartritis.

Para peneliti menyatakan bahwa masih diperlukan studi lanjut untuk menentukan kebijakan kesehatan masyarakat.

"Berdasarkan hasil kami, pasien dan dokter tidak boleh mengaitkan penggunaan NSAID secara rutin dengan peningkatan risiko kematian pada penyakit Covid-19, jadi kami merekomendasikan agar pasien terus mematuhi pengobatan awal mereka sebelum pandemi," tambahnya.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB