Hindari Pakai Baju Baru yang Belum Dicuci, Bahaya untuk Kulit!

Tidak mencuci pakaian yang baru dibeli bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Senin, 21 September 2020 | 07:00 WIB
Hindari Pakai Baju Baru yang Belum Dicuci, Bahaya untuk Kulit!

Hindari Pakai Baju Baru yang Belum Dicuci, Bahaya untuk Kulit!

himedik.com - Pakai baju baru yang belum dicuci bisa menyebabkan masalah kulit. Hal ini dikarenakan kandungan bahan kimia pembuat dan pewarna kain yang bisa menyakiti kulit Anda. 

Melansir dari Times of India, memakai langsung baju yang baru dibeli dapat meningkatkan risiko terkena masalah kulit. Ada kemungkinan besar pakaian baru menularkan beberapa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan beberapa infeksi kulit. 

Pada dasarnya, pakaian yang baru dibuat di pabrik akan dikemas dan dikirim dari satu tempat ke tempat lain melalui berbagai moda transportasi sebelum sampai di toko. Sulit untuk melacak dengan tepat di mana kain itu dibuat, disimpan, dan bagaimana cara pengangkutannya. 

Dengan begitu, pakaian baru Anda mungkin telah bersentuhan dengan beberapa patogen dan kuman. 

Sementara di toko, pakaian akan dicoba oleh banyak pengunjung. "Anda tidak pernah bisa memastikan berapa banyak orang sebelum Anda mencobanya. Kulit mati dan kuman dari kulit orang lain mungkin saja ada pada pakaian," catat Times of India. 

"Ini bisa menyebabkan dermatitis, gatal dan kemerahan," imbuhnya.

Ilustrasi kalap belanja. (Pixabay/Stock Snap)
Ilustrasi kalap belanja. (Pixabay/Stock Snap)

Setidaknya ada berbagai jenis bahan kimia digunakan untuk membuat kain dan mewarnainya. Semua bahan kimia ini bisa menyebabkan gatal dan kemerahan saat bersentuhan dengan kulit.

Melansir dari Time, Dr. Susan Nedorost, seorang profesor dermatologi di Case Western Reserve University menyatakan bahwa ada kemungkinan Anda terkena penyakit di beberapa hari kemudian setelah pakai pakaian baru, seperti kulit kemerahan dan gatal-gatal.

"Ketika kita melihat dermatitis kontak dari pakaian, alergennya biasanya berasal dari pewarna kain," kata Dr. Susan Nedorost.

Dermatitis kontak adalah reaksi alergi terkait sistem kekebalan terhadap alergen yang bersentuhan dengan kulit. Ini menyebabkan beberapa reaksi, seperti ruam yang muncul beberapa hari setelah paparan.

Baca Juga: Rekor Dunia! Puluhan Ribu Orang Panjang Umur Hidup di Jepang

Nedorost juga mengatakan, berkeringat dan gesekan dapat menyebabkan zat pewarna larut keluar dari baju baru menuju ke kulit. 

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB