Asal Lewat Pengujian, WHO Izinkan Obat Herbal untuk Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengesahkan protokol pengujian obat-obatan herbal untuk virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Senin, 21 September 2020 | 13:00 WIB
Asal Lewat Pengujian, WHO Izinkan Obat Herbal untuk Covid-19

Asal Lewat Pengujian, WHO Izinkan Obat Herbal untuk Covid-19

himedik.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengizinkan pengobatan herbal untuk Covid-19, dengan syarat telah lulus pengujian melalui protokol yang telah disusun. Pengesahan protokol untuk perizinan obat herbal ini dinyatakan oleh pihak WHO pada Sabtu (19/9/2020).

Melansir dari Medical Xpress, sebelumnya Presiden Madagaskar mempromosikan minuman berbasis artemisia, tanaman dengan khasiat yang terbukti untuk mengobati malaria. Namun promosi tersebut malah mendapat respon negatif. 

Sementara para ahli WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika dan Komisi Urusan Sosial Uni Afrika akhirnya memberikan protokol dalam pengujian klinis pengobatan herbal fase III untuk Covid-19.

Mereka juga membuat kerangka acuan untuk pembentukan data dan  pemantauan keamanan klinis terhadap pengobatan herbal. "Uji klinis Tahap III sangat penting dalam menilai sepenuhnya keamanan dan kemanjuran produk medis baru ini," kata pernyataan WHO.

Ilustrasi Minuman Herbal (shutterstock)
Ilustrasi Minuman Herbal (shutterstock)

Menurut WHO, apabila suatu produk obat tradisional ditemukan aman, berkhasiat, dan terjamin kualitasnya maka akan direkomendasikan. 

"Serangan Covid-19, seperti wabah Ebola di Afrika Barat, telah menekan perlunya penguatan sistem kesehatan dan program penelitian dan pengembangan termasuk pada obat-obatan tradisional," kata Prosper Tumusiime, direktur regional WHO. 

Pada bulan Mei, Direktur WHO Afrika Matshidiso Moeti mengatakan kepada media bahwa pemerintah Afrika telah berkomitmen sejak tahun 2000 untuk menggunakan terapi tradisional melalui uji klinis yang sama seperti pengobatan lainnya.

"Saya dapat memahami kebutuhan, dorongan untuk menemukan sesuatu yang dapat membantu," kata Moeti.

"Tapi kami sangat ingin mendorong proses ilmiah di mana pemerintah sendiri yang telah membuat komitmen soal ini (pengujian untuk pengobatan herbal)," tambahnya.

Baca Juga: Selain Dehidrasi, Kebiasaan Buruk Ini Picu Lingkaran Hitam di Bawah Mata

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB