Bisa Tingkatkan Risiko Demensia, Kurangi Posisi Tidur Tengkurap

Posisi tidur tengkurap disebut bisa meningkatkan risiko demensia, mengapa?

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Rabu, 23 September 2020 | 17:00 WIB
Bisa Tingkatkan Risiko Demensia, Kurangi Posisi Tidur Tengkurap

Bisa Tingkatkan Risiko Demensia, Kurangi Posisi Tidur Tengkurap

himedik.com - Penurunan kemampuan kognitif  akibat faktor usia seperti demensia bisa terjadi pada siapa saja. Demensia sendiri muncul dalam berbagai jenis, namun yang paling umum terjadi adalah penyakit Alzheimer.

Melansir dari Express, kondisi ini bisa meningkat risikonya jika Anda tidur dengan posisi tidur tengkurap.

"Tidur tengkurap dapat meningkatkan peluang Anda terkena penyakit Alzheimer di kemudian hari," kata pakar postur tubuh Dr Steven Weiniger seperti yang dikutip dari Express.

Saat tidur, tubuh berusaha membuang kelebihan racun dan bahan kimia yang tidak bermanfaat bagi tubuh. sementara jika Anda tidur tengkurap atau duduk, tubuh berjuang terlalu berat untuk membuang racun sehingga menumpuk.

Racun dalam tubuh yang menumpuk inilah yang dapat berkontribusi meningkatkan risiko demensia

"Gravitasi adalah faktor besar dalam sistem mekanis yang melancarkan pipa dan katup dalam tubuh untuk mengalirkan cairan tubuh, jadi tidak mengherankan jika tidur sambil duduk atau tengkurap membuat racun tubuh tidak dibersihkan secara efisien," kata Weiniger.

Ilustrasi tidur miring (Pexels)
Ilustrasi tidur miring (Pexels)

"Tidur terlentang agak lebih baik. Namun, posisi tidur terbaik yang memungkinkan glimatik mengalirkan cairan dan penumpukan racun, para peneliti merekomendasikan untuk tidur dengan posisi miring," imbuhnya. 

Secara umum kualitas, kuantitas, dan posisi tidur dapat memainkan peran yang sangat besar dalam mengurangi risiko berbagai penyakit. "Itu alasan kuat untuk memprioritaskan tidur malam yang nyenyak sebagai aspek penting dalam menjaga kesehatan," kata Weiniger.

"Tidur malam yang berkualitas secara khusus juga penting untuk melindungi dari demensia," tambahnya.

Saat Anda tidur tidak nyenyak dan sering kali terbangun di malam hari, maka Anda tidak memberikan cukup waktu bagi otak untuk membersihkan diri. Otak perlu istirahat untuk jangka waktu tertentu untuk membuang sampah atau racun harian yang terkumpul.

Baca Juga: Studi: Aktif Bicara Dua Bahasa Bisa Tunda Penurunan Kognitif

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB