Ahli Inggris: Petugas Medis Berisiko Sebarkan Virus Corona Covid-19 di

Seorang ahli di Inggris berisiko menyebarkan virus corona Covid-19 tanpa gejala atau OTG.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Jum'at, 25 September 2020 | 08:30 WIB
Ahli Inggris: Petugas Medis Berisiko Sebarkan Virus Corona Covid-19 di

Ahli Inggris: Petugas Medis Berisiko Sebarkan Virus Corona Covid-19 di

himedik.com - Petugas medis yang berada di garda terdepan melawan virus corona Covid-19 dikhawatirkan menjadi orang tanpa gejala (OTG) atau penyebar diam. Karena, 4 dari 10 petugas medis positif virus corona Covid-19 ditemukan tanpa gejala.

Dr Oscar H Franco, profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat, mengatakan petugas medis adalah kelompok yang paling berisiko tinggi terinfeksi virus dan menyebarkannya ke orang lain. Karena, mereka berada di garda terdepan melawan virus corona Covid-19.

Dr Franco, yang berbasis di Institut Pengobatan Sosial dan Pencegahan (ISPM) Universitas Bern di Swiss, melihat data yang mencakup lebih dari 230 ribu petugas layanan kesehatan di 24 negara, termasuk Inggris.

Meta-analisis meninjau 97 studi yang ada hingga 8 Juli 2020. Dr Franco dan timnya menemukan bahwa 10 persen staf layanan kesehatan dinyatakan positif virus corona Covid-19 menggunakan tes antigen PCR.

Dilansir dari Express, tes antigen PCR ini mendeteksi infeksi sekarang atau sebelumnya terkait virus corona Covid-19. Sebanyak 7 persen petugas layanan kesehatan lainnya juga telah menguji antibodi virus dan menunjukan hasil bahwa mereka pernah terinfeksi virus corona sebelumnya.

Ilustrasi tenaga medis (Unsplash)
Ilustrasi tenaga medis (Unsplash)

Semua petugas medis yang ketahuan terinfeksi virus corona Covid-19, sebanyak 48 persen adalah seorang perawat dan 25 persen adalah dokter dan staf medis lainnya.

Data yang dikumpulkan dari 15 penelitian juga mengungkapkan bahwa 40 persen petugas layanan kesehatan yang positif virus corona Covid-19 tidak menunjukkan gejala apapun.

Artinya, staf medis yang terinfeksi virus corona Covid-19 tidak mengalami demam, batuk persisten maupun kehilangan indra penciuman dan pengecapan saat didiagnosis.

Penemuan ini menunjukkan bahwa pasien rumah sakit yang menjalani perawatan penyakit lain mungkin saja bisa tertular virus corona Covid-19 dari anggota medis yang melayaninya.

Selain itu, temuan ini juga bisa menjadi cara virus corona Covid-19 menyebar ke rumah-rumah hingga menginfeksi orang tua yang akhirnya berdampak sangat buruk.

Baca Juga: Meski di Kelas Bisnis, Naik Pesawat saat Pandemi Covid-19 Tetap Berisiko

Karena itu, Dr Franco mendesak semua petugas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan pencegahan, terlepas dari mereka mengalami gejala virus corona atau tidak.

"Kami mungkin melewatkan sebagian besar kasus virus corona Covid-19 jika skrining hanya menargetkan petugas perawatan kesehatan yang bergejala," jelas Dr Franco.

Menurutnya, skrining universal untuk semua petugas kesehatan yang terekspos virus harusnya terlepas dari mereka mengalami gejala atau tidak.

"Sebagian besar petugas layanan kesehatan yang positif virus corona Covid-19 tidak memiliki gejala, ini mengarah pada transmisi penyakit secara diam-diam," ujar Dr Taulant Muka, rekan penulis studi tersebut.

Namun, Dr Franco menegaskan bahwa pemakaian alat pelindung diri (APD) yang memadai masih tetap penting dan wajib bagi para petugas medis yang menangani kasus virus corona Covid-19.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB