Waduh, Sering Mendengkur saat Tidur Bisa Picu Serangan Jantung!

Serangan jantung yang termasuk masalah kesehatan mematikan ini tidak hanya menimbulkan gejala nyeri dada, tetapi juga kebiasaan mendengkur saat tidur.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 28 September 2020 | 13:00 WIB
Waduh, Sering Mendengkur saat Tidur Bisa Picu Serangan Jantung!

Waduh, Sering Mendengkur saat Tidur Bisa Picu Serangan Jantung!

himedik.com - Serangan jantung termasuk dalam kategori penyakit kardiovaskular yang mengacu pada kondisi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Kondisi ini terjadi ketika arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat oleh penumpukan plak lemak yang disebut kolesterol.

Seseorang bisa berisiko mengalami serangan jantung bisa kebiasaan mendengkur ketika tidur. Mendengkur adalah kondisi terkait apnea tidur obstruktif yang meningkatkan risiko diabetes, obesitas, hipertensi, dan stroke.

Apnea tidur memengaruhi lebih banyak pria daripada wanita di awal kehidupan. Apnea tidur juga tidak lebih dari sekadar gangguan tidur, tetapi bisa mengancam kesehatan jantung.

Menurut American Heart Association dilansir dari Express, mendengkur bisa menjadi tanda apnea tidur yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Sedangkan, penyakit jantung bisa menyebabkan serangan jantung.

Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)

Apnea tidur ini disebabkan oleh jeda pernapasan seseorang ketika tidur. Kondisi ini bisa terjadi akibat beban di dada dan leher bagian atas yang menghalangi saluran udara.

Anda bisa berisiko terkena apnea tidur jika mendengkur sangat keras dan terdengar seperti terengah-engah atau tersedak. Mendengkur juga mengacu pada pola tidur yang mana seseorang bernapas sambil mengeluarkan suara mendengus.

Kebiasaan mendengkur ini bisa lebih berbahaya seiring bertambahnya usia karena menyebabkan penyakit jantung. Ada beberapa jenis apnea tidur, tetapi yang paling umum adalah apnea tidur obstruktif.

Kondisi ini memengatuhi pola pernapasan saat tidur dan mnyebabkan seseorang berhenti bernapas dan mulai berulang kali.

Jika tak diobati, apnea tidur bisa meningkatkan risiko stroke, detak jantung tidak teratur dan diabetes tipe 2. Anda bisa menurunkan risikonya dengan mengurangi berat badan bila obesitas dan menghindari minuman alkohol.

Sedangkan, Anda bisa menurunkan risiko serangan jantung dengan melakukan sedikit perubahan pola makan atau gaya hidup. Pasalnya, konsumsi makanan sehat dan seimbang akan menurunkan risiko timbunan lemak di arteri.

Baca Juga: Tidak Selalu Mental, Ketahui Gejala Fisik dari Gangguan Kecemasan

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB