Jarang Sikat Gigi Bisa Picu Kanker Mulut Ganas, Benarkah?

Para ahli memperingatkan bakteri yang menumpuk akibat jarang sikat gigi bisa menyebabkan kanker mulut.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Sabtu, 03 Oktober 2020 | 19:00 WIB
Jarang Sikat Gigi Bisa Picu Kanker Mulut Ganas, Benarkah?

Jarang Sikat Gigi Bisa Picu Kanker Mulut Ganas, Benarkah?

himedik.com - Jarang sikat gigi termasuk kebiasaan buruk yang tidak hanya menyebabkan bau mulut, tetapi juga kondisi serius lainnya. Para ahli pun memperingatkan bakteri yang menumpuk di mulut bisa menyebabkan kanker.

Sebuah studi baru mengungkapkan organisme penyebab penyakit (patogen) di sekitar gigi bisa berkontribusi dalam mengembangkan kanker mulut yang agresif.

Sebenarnya, faktor risiko kanker mulut termasuk merokok, konsumsi alkohol, dan infeksi HPV (human papilloma virus). Kini, para ahli mengatakan bahwa patogen oral juga bisa mengembangkan tumor di mulut.

Para ahli di University of California pun menemukan bahwa 3 jenis patogen bisa meningkatkan pembentukan tumor pada tikus. Patogen ini dihambat dengan pengobatan nisin, yang biasa digunakan sebagai pengawet makanan.

Karsinoma sel skuamosa kepala dan leher (HNSCC) salah satu jenis kanker yang paling umum di seluruh dunia. Sedangkan, karsinoma sel skuamosa mulut adalah bagian dari kondisi ini yang menyumbang sekitar 90 persen dari semua penyakit ganas di mulut.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal akses terbuka PLOS Pathogens oleh Yvonne Kapila menyatakan bahwa para ahli menemukan tiga jenis patogen pariodontal.

Tiga patogen yang ditemukan adalah Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola dan Fusobacterium nucleatum yang semuanya bisa meningkatkan migrasi sel OSCC, invasi, dan pembentukan tumor pada tikus.

Penulis menyatakan bahwa studi ini menawarkan bukti langsung bahwa bakteriosin menghambat pembentukan kanker mulut yang dimediasi oleh patogen periodontal.

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa penggunaan nisin bisa digunakan sebagai pengobatan yang lebih luas sebagai agen antikanker.

"Karena peptida bakteriosin probiotik dalam nisin bisa menyelamatkan karsinogenesis yang dimediasi oleh patogen ini. Temuan ini juga bisa memajukan pengobatan untuk kanker mulut dan membentuk paradigma baru untuk pengobatan kanker yang fokus pada terapi berbasis antimikroba," jelas para penulis dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Hari Vegetarian Dunia, Orang dengan Pola Makan Ini Berisiko Alami Stroke!

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB