Banyak Digunakan, Benarkah Wajan Antilengket Aman Dipakai Sehari-hari?

Para ahli khawatir ketika alat masak tersebut menjadi terlalu panas.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:00 WIB
Ilustrasi panci penggorengan. (Unsplash/@rawpixel)

Ilustrasi panci penggorengan. (Unsplash/@rawpixel)

Himedik.com - Wajan antilengket atau segala peralatan masak antilengket selalu menjadi primadona lantaran mudah dibersihkan. Tetapi, para ahli menyoroti apakah alat tersebut aman digunakan?

Peralatan antilengket dilapisi plastik bening yang disebut polytertrafluoroethylene (PTFE).

Para ahli setuju bahwa alat masak itu sendiri bukanlah masalah. Lapisan PTFE pun disebut tidak beracun, bahkan jika menelan serpihan kecilnya.

Namun, dilansir Live Science, mereka lebih khawatir ketika alat masak tersebut menjadi terlalu panas, contohnya wajan panci atau wajan antilengket.

"Ketika panci terlalu panas, lapisan PTFE itu mulai hancur," kata Suzanne Fenton, ahli endokrin reproduksi di Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan di Carolina Utara.

Ilustrasi Panci (Pixabay/Foto-Rabe)
Ilustrasi Panci (Pixabay/Foto-Rabe)

Saat alat masak rusak, ia mengeluarkan sejumlah gas beracun. Dalam kasus yang jarang terjadi, mengirup asap kimia ini dapat menyebabkan demam asap polimer, suatu kondisi yang ditandai dengan demam tinggi, sesak napas, dan kelemahan.

Juga, hal yang menjadi perhatian khusus adalah perfluorooctanoic (PFOA), salah satu bahan kimia yang dilepaskan saat panci memanas. Paparan jangka panjang terhadap PFOA dikaitkan dengan sejumlah kondisi, mulai dari kanker hingga penyakit tiroid, kata Fenton.

Tetapi tidak semua peneliti berpikir bahwa orang perlu khawatir dengan panci yang rusak, karena studi berfokus pada efek kesehatan produk sampingan kimia teflon, seperti PFOA.

Banyak data mengatakan racun ini berasal dari kasus paparan lingkungan, seperti air minum atau limbah pabrik, di mana tingkat paparan jauh lebih tinggi daripada dari peralatan masak antilengket.

"Jadi secara umum, wajan antilengket tidak berbahaya," kata Kyle Steenland, seorang profesor kesehatan lingkungan di Emory University di Atlanta.

Baca Juga: Jangan Digoreng, Coba 5 Cara Sehat Masak Kentang Ini

Steenland dan ilmuwan lain menyarankan untuk tidak memasak pada suhu terlalu tinggi agar reaksi kimia ini terjadi.

"Sangat penting bahwa Anda menggunakan wajan dengan api kecil hingga sedang, dan Anda tidak menggunakan peralatan yang dapat menggoresnya," tandas Fenton.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB