Info

Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula, Ini 5 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh

Kandungan gula sendiri tak hanya ada dalam permen, tetapi juga kue, nasi, pasta, roti, dan soda diet.

Yasinta Rahmawati

Ilustrasi gula pasir. (Pixabay/feelphotoz)
Ilustrasi gula pasir. (Pixabay/feelphotoz)

Himedik.com - Banyak orang suka mengonsumsi makanan manis, namun jangan sampai berlebihan. Karena mengonsumsi gula terlalu banyak tak baik bagi kesehatan.

Tak cuma permen, gula juga ada pada kue, nasi, pasta, roti hingga soda diet. Maka dari itu, meski tidak mengonsumsi permen, bisa jadi kamu tidak sadar telah mengonsumsi banyak gula dari penganan lain.

Berikut adalah beberapa hal yang terjadi saat kamu terlalu banyak mengonsumsi gula seperti yang telah dikutip dari Zeenews.

1. Masalah kulit

Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis bisa menyebabkan malapetaka pada kulit seperti menyebabkan muka berjerawat atau masalah kulit seperti rosacea, eksim, atau kulit kering.

2. Selalu lapar

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan kelaparan konstan. Hal ini terjadi karena gula darah tinggi dalam tubuh mencegah glukosa memasuki sel. Akibatnya tubuh tidak mendapatkan cukup energi dan selalu merasa kelaparan dan ingin makanan.

Ilustrasi kue. (Pixabay/Pexels)
Ilustrasi kue. (Pixabay/Pexels)

 

3. Kolesterol tinggi

Jika kamu memiliki kadar kolesterol tinggi, maka itu adalah tanda bahwa kamu telah mengonsumsi terlalu banyak gula dalam makanan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Medicinal Food menunjukkan bahwa terlalu banyak gula dapat meningkatkan kolesterol jahat LDL dan HDL.

4. Merasa lelah

Mengonsumsi terlalu banyak gula akan membuat kamu merasa lelah setiap saat. Meskipun makanan bergula bisa memberi kamu dorongan energi di awal, ini hanya bersifat sementara.

5. Sering pilek atau flu

Jika sering sakit, maka bisa jadi kamu mengonsumsi terlalu banyak gula. Asupan gula yang berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang membahayakan kemampuan tubuh untuk melawan virus flu, pilek, dan bahkan penyakit kronis.

(Suara.com/Risna Halidi)

Berita Terkait

Berita Terkini