Ilmuwan Prediksi akan Muncul Penyakit X, Bisa Sebabkan Pandemi Mematikan

Ilmuwan yang menemukan ebola memprediksi akan ada penyakit X yang berpotensi menyebabkan pandemi mematikan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 04 Januari 2021 | 15:00 WIB
Ilmuwan Prediksi akan Muncul Penyakit X, Bisa Sebabkan Pandemi Mematikan

Ilmuwan Prediksi akan Muncul Penyakit X, Bisa Sebabkan Pandemi Mematikan

himedik.com - Saat ini pandemi virus corona Covid-19 masih belum berakhir. Tetapi, seorang ilmuwan yang menemukan virus Ebola memeringatkan bahwa akan banyak virus yang berpotensi fatal dan mematikan di masa mendatang.

Profesor Jean-Jacques Muyembe Tamfum memberikan peringatan tentang lebih banyak penyakit zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia. Hal ini bisa menimbulkan risiko kesehatan dan kehidupan manusia.

Menurut Tamfum dilansir dari Republic World, penyakit demam kuning, berbagai bentuk influenza, rabies, brucellosis, dan penyakit lyme bisa berpindah dari hewan pengerat atau serangga ke manusia dan menyebabkan wabah pandemi atau epidemi.

Sementara itu, Dokter Dadin Bonkole yang sedang merawat pasien di kota terpencil di Republik Demokratik Kongo (DRC), mengeluarkan peringatan serupa tentang patogen baru yang belum diketahui bisa menyebabkan "penyakit X" yang mirip dengan virus corona Covid-19.

Bonkole mengakui ada kekhawatiran bahwa penyakit X ini bisa lebih menular daripada SARS-CoV-2 dan tingkat kematiannya lebih buruk 90 persen dari Ebola. Bahkan hal itu juga sudah menjadi ketakutan ilmiah.

Ilustrasi Virus (]Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus (Unsplash/CDC)

Ia mengatakan bahwa semua manusia perlu mewaspadai penyakit X ini, mengingat virus Ebola sebelumnya dan Covid-19 sekarang mudah sekali menyerang manusia. Saat ini pun Bongkole telah merawat seorang wanita dengan gejala demam berdarah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan berakhirnya wabah Ebola tahun ini, tepatnya pada Juni 2020. Penyakit itu telah merenggut setidaknya hampir 2.280 orang di Kongo Timur dalam kurun waktu 2 tahun.

Tapi, WHO berpendapat bahwa wabah virus corona baru-baru ini menyebabkan risiko wabah Ebola baru lainnya di Utara. Hal ini membawa manusia ke dalam tantangan kesehatan yang lebih besar.

Ilmuwan Jean-Jacques Muyembe Tamfum mengoordinasikan respons nasional Ebola dan berhasil mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit hemoragik mematikan dan tidak dapat disembuhkan, yang banyak diderita orang di Kongo.

Tamfum mengaitkan vaksin dan perawatan medis untuk pengendalian virus mematikan seperti Ebola. Sementara itu, virus corona yang telah bermutasi menjadi varian baru di Inggris ketika para ilmuwan mengembangkan vaksin.

Baca Juga: Ahli dari China: Perlu Berhati-hati saat Mendapat Vaksin mRNA

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB