Benarkah Mutasi Baru Virus Corona Bisa Menghindari Vaksin? Ini Kata Ahli

Begini penjelasan ahli tentang mutasi baru virus corona yang disebut dapat menghindari vaksin Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Rabu, 13 Januari 2021 | 13:00 WIB
Benarkah Mutasi Baru Virus Corona Bisa Menghindari Vaksin? Ini Kata Ahli

Benarkah Mutasi Baru Virus Corona Bisa Menghindari Vaksin? Ini Kata Ahli

himedik.com - Peneliti mengatakan dua varian baru virus corona, baik dari Inggris dan Afrika Selatan, lebih menular daripada jenis yang sebelumnya.

Bukti menunjukkan varian yang berasal dari Inggris tidak memengaruhi efektifitas vaksin Covid-19. Namun, peneliti khawatir dengan mutasi yang berasal dari Afrika Selatan.

Peneliti menduga varian baru dari Afrika Selatan membawa perubahan yang akan membantu virus, atau sebagian, 'lepas' dari kekebalan yang diberikan oleh vaksin.

Ini ada hubungannya dengan di mana perubahan tersebut terjadi, dan bagaimana pengaruhnya terhadap bentuk serta fungsi virus.

Semua vaksin Covid-19 yang saat ini beredar menargetkan protein lonjakan virus, struktur yang digunakannya untuk memasuki sel manusia.

Virus corona memasuki sel manusia dengan menempel pada ACE2 dan NRP-1 (YouTube/UniversityofBristol)
Virus corona memasuki sel manusia dengan menempel pada ACE2 dan NRP-1 (YouTube/UniversityofBristol)

"Protein ini kebetulan sangat penting sehingga selalu dilihat. Masuk akal bahwa sistem kekebalan kita akan difokuskan pada bagian terpenting virus," kata Buddy Creech, spesialis penyakit menular anak di Vanderbilt University Medical Center yang membantu memimpin uji klinis vaksin virus corona.

Virus yang bermutasi dengan mengubah tampilan protein lonjakan dapat membantu patogen ini bersembunyi dari dua sistem kekebalan, antibodi yang akan menempel pada virus dan menghentikannya menempel ke sel, serta sel T yang akan menyerang virus.

"Mungkin ada mutasi pada protein lonjakan yang berubah dengan cara yang membuat antibodi tidak (bekerja) sebaik itu. (Tapi) Kami belum melihat itu terjadi," sambungnya, dilansir CNN.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Inilah yang dikhawatirkan pada varian baru dari Afrika Selatan. Peneliti menemukan ada mutasi di satu tempat tertentu pada protein lonjakan, disebut E484 oleh ahli genetika virus, yang memengaruhi apakah sistem kekebalan dapat menetralkan virus.

Beberapa penelitian menemukan mutasi itu dapat mengurangi aktivitas netralisasi sebanyak 10 kali lipat.

Baca Juga: Terbaru, 4 Gejala Virus Corona Ini Pertanda Kekebalan Tubuh Bertahan Lama

Tetapi respons sistem kekebalan manusia yang kompleks mungkin masih memungkinkannya memblokir virus di bagian lain, tidak hanya pada protein lonjakan.

"Sistem kekebalan manusia rumit, dan kemungkinan besar sebagian besar dari kita memiliki antibodi terhadap berbagai sasaran. Sepertinya varian ini tidak akan berdampak besar pada respons vaksin," jelas Scott Hensley, pakar imunologi dan biologi molekuler di University of Pennsylvania.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB