Varian Baru Virus Corona Covid-19 Brasil Lebih Mematikan, Benarkah?

Varian baru virus corona Covid-19 telah ditemukan di beberapa negara, salah satunya Brasil.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 19 Januari 2021 | 13:00 WIB
Varian Baru Virus Corona Covid-19 Brasil Lebih Mematikan, Benarkah?

Varian Baru Virus Corona Covid-19 Brasil Lebih Mematikan, Benarkah?

himedik.com - Varian baru virus corona Covid-19 telah ditemukan di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil. Varian baru ini diduga telah menyebabkan lonjakan kasus virus corona Covid-19 di seluruh dunia.

Varian baru virus corona ini adalah cabang dari varian virus corona Covid-19 sebelumnya yang pertama kali ditemukan pada tahun 2019.

Varian baru virus corona yang telah ditemukan di Inggris ini pun diketahui jauh lebih menular daripada yang pertama kali ditemukan. Tapi, varian baru ini belum tentu lebih mematikan.

Sedangkan, varian baru virus corona di Afrika Selalatan mirip dengan varian yang ditemukan di Inggris secara biologis. Tetapi dilansir dari Express, dua mutasi virus corona ini bisa mengganggu keefektifan vaksin.

Begitu pula dengan varian baru virus corona di Brasil yang mengalami peningkatan transmisi. Karena, varian baru di Brasil ini telah mengadopsi beberapa kualitas varian virus corona dari yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Ilustrasi - Tangan memegang botol vaksin dan jarum suntik, deretan kapsul dan bendera WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (Shutterstock)
Ilustrasi - Tangan memegang botol vaksin dan jarum suntik, deretan kapsul dan bendera WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (Shutterstock)

Sir Patrick Vallance, Kepala Penasihat Ilmiah Inggris, mengatakan varian virus corona di Brasil memiliki protein yang bermutasi.

"Kami tahu bahwa mutasi virus corona di Brasil memiliki beberapa ciri. Kami juga melihat sejumlah mutasi virus corona bermunculan di seluruh dunia," kata Sir Patrick Vallance.

Sir Patrick pun mengatakan bahwa varian baru virus corona yang ditemukan di Brasil sama seperti Afrika Selatan, yang memiliki perubahan posisi kode genetik 484 dan itu mengubah sebagian protein.

Tetapi, Sir Patrick tidak menemukan adanya indikasi bahwa varian baru virus corona di Brasil akan membuat kondisi seseorang lebih parah. Perubahannya hanya terletak pada peningkatan transmisi atau penularannya.

"Belum ada bukti varian baru virus corona di Inggris membuat perbedaan yang memengaruhi cara sistem kekebalan mengenalinya," jelasnya.

Baca Juga: Kurangi Rasa Berdosa, Lakukan Hal Ini Usai Santap Makanan Tinggi Kolesterol

Menurutnya, bila seseorang sudah pernah terpapar virus corona Covid-19 sebelumnya atau sudah pernah suntik vaksin. Maka, vaksin akan tetap bekerja dalam melawan varian baru virus corona di Inggris.

"Ada risiko yang sedikit lebih banyak dan mungkin ini membuat perubahan pada cara sistem kekebalan mengenalinya. Tetapi, eksperimen masih berlangsung," jelasnya.

Sebuah studi menunjukkan vaksin yang sekarang ini tersedia masih bisa melindungi manusia dari varian baru virus corona. Contohnya vaksin Pfizer yang pertama kali terbukti keefektifannya, menunjukkan 20 penerima masih menunjukkan respons antibodi terhadap varian baru tersebut.

Orang yang sudah menerima vaksin Pfizer memiliki resistensi terhadap mutasi protein N501Y. Tetapi, para peneliti belum memiliki kesempatan untuk mempelajari mutasi E484K Afrika Selatan.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB