Benarkah Obesitas Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

Ahli menemukan bahwa obesitas bisa memengaruhi tingkat efektivitas vaksin Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 26 Januari 2021 | 17:00 WIB
Benarkah Obesitas Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

Benarkah Obesitas Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

himedik.com - Vaksin Covid-19 menjadi harapan baru di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang belum usai. Tapi, ketersediaan vaksin Covid-19 ini tidak menjanjikan untuk semua orang secara merata.

Misalnya pada orang yang rentan terinfeksi virus corona, seperti orang obesitas. Banyak peneliti meyakini bahwa obesitas atau kelebihan berat badan bisa memengaruhi efektivitas vaksin Covid-19.

Menurut laporan yang diterbitkan di Nature, orang obesitas memiliki respons kekebalan yang tumbuh dan tidak bisa mendapatkan antibodi yang cukup.

Selain itu dilansir dari Times of India, mereka juga bisa memiliki respons yang lambat, sehingga membuat vaksin Covid-19 tidak efektif melindungi mereka.

Pada kelompok yang berisiko tinggi dan rentan terhadap bahaya virus corona Covid-19, perkembangan itu hanya memicu lebih banyak kekhawatiran.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Obesitas memang salah satu kondisi yang bisa memicu berbagai penyakit kronis. Pada masa pandemi virus corona sekarang ini, obesitas menjadi masalah kesehatan utama yang memicu kekhawatiran.

Karena, obesitas bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak banyak bergerak atau tidak aktif, masalah hormonal, obat-obatan, pola makan buruk dan genetikan yang dipicu oleh penyakit atau beberapa faktor psikologis.

Menurut statistik WHO dan Obesitas Dunia, masalah kesehatan masyarakat terus meningkat bersamaan dengan lebih dari 2 juta orang kelebihan berat badan atau obesitas.

Dengan jumlah yang meningkat 3 kali lipat sejak tahun 80-an, obesitas juga merupakan masalah yang bisa berakar pada risiko berbahaya lainnya, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, stres dan penyakit ginjal yang bisa memperburuk infeksi virus corona Covid-19.

Baca Juga: Benarkah Permen Karet yang Tak Sengaja Tertelan akan Menyumbat Usus?

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB