Awas, Paparan Zat Berbahaya di Dalam Mobil Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

Benzena dan formaldehida yang digunakan dalam pembuatan mobil diketahui dapat menyebabkan kanker.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Senin, 22 Februari 2021 | 10:00 WIB
Awas, Paparan Zat Berbahaya di Dalam Mobil Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

Awas, Paparan Zat Berbahaya di Dalam Mobil Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

himedik.com - Paparan zat-zat berbahaya bisa berada di dalam mobil Anda. Penelitian baru menunjukkan bahwa paparan zat kimia di dalam mobil juga bisa berbahaya untuk Anda.

Melansir dari Medicinenet, benzena dan formaldehida yang digunakan dalam pembuatan mobil diketahui dapat menyebabkan kanker. Benzene juga dikenal dapat menimbulkan risiko masalah reproduksi dan perkembangan janin.

Benzene digunakan untuk menghasilkan serat sintetis sementara formaldehida digunakan sebagai pengikat pada plastik.

Peneliti University of California, Riverside menghitung jumlah paparan harian benzena dan formaldehida yang dihirup oleh pengemudi California dengan perjalanan setidaknya 20 menit sehari.

Pada penelitian ini, 90 persen orang di di Los Angeles, San Diego, Orange, Santa Clara, dan wilayah Alameda melakukan perjalanan rata-rata 30 menit sehari. Saat diteliti, mereka memiliki setidaknya 10 persen lebih beirisko terkena kanker akibat paparan zat tersbeut.

"Tentu saja, ada rentang paparan di mana bergantung pada berapa lama Anda berada di dalam mobil dan berapa banyak senyawa yang dipaparkan oleh mobil Anda," kata penulis studi, Aalekhya Reddam.

Ilustrasi seekor anjing di dalam mobil. [Shutterstock]
Ilustrasi seekor anjing di dalam mobil. [Shutterstock]

"Bahan kimia ini sangat mudah menguap, bergerak dengan mudah dari plastik dan tekstil ke udara yang Anda hirup," kata David Volz, seorang profesor toksikologi lingkungan. Studi ini akan diterbitkan dalam jurnal Environment International edisi April.

Volz dan Reddam sebelumnya menemukan bahwa waktu perjalanan yang lebih lama dikaitkan dengan peningkatan paparan terhadap TDCIPP penghambat api atau tris terklorinasi, karsinogen lain yang telah diketahui.

"Para penumpang harus tetap membuka jendela saat mengemudi jika memungkinkan," saran Reddam.

"Setidaknya dengan sedikit aliran udara, Anda akan mengencerkan konsentrasi bahan kimia ini di dalam mobil Anda," katanya.

Baca Juga: Kerusakan Mata Jadi Komplikasi Baru Infeksi Covid-19 Parah

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB