Dokter: Sunat Laser Tingkatkan Risiko Cedera hingga Kepala Penis Terpotong

Sunat laser belakangan menjadi tren karena prosesnya yang dianggap lebih cepat dan praktis.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jum'at, 05 Maret 2021 | 11:00 WIB
Dokter: Sunat Laser Tingkatkan Risiko Cedera hingga Kepala Penis Terpotong

Dokter: Sunat Laser Tingkatkan Risiko Cedera hingga Kepala Penis Terpotong

himedik.com - Dengan kecepatannya, metode sunat laser populer di kalangan masyarakat dan menjadikannya sebagai pilihan. Padahal metode sunat yang satu ini tidak bebas dari risiko dan bisa berbahaya.

Sebelumnya, bocah asal Pekalongan beberapa tahun lalu kehilangan kepala kelaminnya karena ikut terpotong saat melakukan sunat laser. Menanggapi hal tersebut, Dr Arry Rodjani, SpU (K), Dokter Spesialis Urologi RS Siloam mengatakan bahwa sunat laser tidak menggunakan energi cahaya, namun menggunakan energi panas dengan menggunakan alat elektrokauter untuk memotong jaringan, koagulasi dan diseksi.

"Pada penggunaan kauter (sunat laser), arus listrik langsung menuju jaringan penis dan bila preputium (kulup penis) dipotong dengan kauter dapat terjadi total phallic loss atau gangguan saraf yang parah," ujar dokter Arry pada Webinar bertajuk Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Sunat Laser kepada Masyarakat, Rabu (3/3/2021).

"Untuk mencegah terjadinya cedera akibat teknik sunat yang salah, World Health Organization: Task Force of Circumcision merekomendasikan sunat harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan kompeten dengan menggunakan teknik yang steril dengan memperhatikan penanganan nyeri yang baik. Beberapa studi sudah tidak menganjurkan sunat laser untuk dilakukan," imbuhnya.

Ilustrasi anak kecil (pexels/@katlovessteve)
Ilustrasi anak kecil (pexels/@katlovessteve)

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia, Prof Andi Asadul Islam mengatakan remaja yang melakukan sunat teknik laser sebesar 10,2 juta (12 persen). Prof Andi menegaskan meskipun sunat laser akan meminimalisir pendarahan, namun teknik ini meningkatkan risiko terpotongnya kepala penis.

"Tetapi ini (sunat laser) juga memiliki risiko, risiko kepala penis terpotong lebih tinggi, cedera pada kelenjar penis atau uretra dan luka bakar," kata Prof. Andi Asadul Islam.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB