Tingkat Kematian Covid-19 Lebih Rendah di Daerah Paparan Matahari Tinggi

Wilayah dengan sinar matahari tinggi disebut memiliki angka kematian Covid-19 lebih rendah.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Selasa, 13 April 2021 | 15:00 WIB
Tingkat Kematian Covid-19 Lebih Rendah di Daerah Paparan Matahari Tinggi

Tingkat Kematian Covid-19 Lebih Rendah di Daerah Paparan Matahari Tinggi

himedik.com - Sebuah studi menyatakan bahwa daerah-daerah di  yang lebih cerah dengan paparan sinar matahari lebih banyak memiliki angka kematian Covid-19 yang lebih kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa sinar UV matahari mungkin memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Melansir dari Medicinenet,  penelitian ini telah diterbitkan pada British Journal of Dermatology.

"Efeknya bukan karena penyerapan yang lebih baik dari vitamin sinar matahari yang sehat atau vitamin D," kata tim peneliti Skotlandia yang dipimpin oleh Richard Weller dari University of Edinburgh.

Para peneliti melaporkan bahwa penelitian tersebut tidak dirancang untuk membuktikan hubungan sebab akibat. Namun, jika sinar matahari benar-benar membantu mencegah Covid-19 yang parah, mengoptimalkan paparan sinar matahari mungkin merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang memungkinkan.

Untuk penelitian tersebut, kelompok Weller menganalisis semua kematian Covid-19 yang tercatat di benua Amerika Serikat dari Januari hingga April 2020. Kemudian, membandingkan kematian dengan data tentang tingkat sinar ultraviolet matahari (UV) di negara bagian Amarika selama periode yang sama.

Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)
Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)

Orang-orang di daerah dengan tingkat paparan sinar UVA tertinggi (yang merupakan 95 persen dari sinar UV matahari) lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena Covid-19 dibandingkan mereka di daerah dengan tingkat paparan UVA terendah.

Para peneliti melakukan analisis serupa di Inggris dan Italia dan mendapatkan hasil yang sama. Merata-rata hasil dari tiga penelitian, tim Skotlandia mengatakan bahwa untuk setiap peningkatan 100 kilojoule per meter persegi sinar matahari (ukuran standar) di area tertentu, kemungkinan kematian akibat Covid-19 turun sekitar sepertiga.

Menurut kelompok Weller, satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa paparan sinar matahari menyebabkan kulit melepaskan bahan kimia yang disebut oksida nitrat. Beberapa penelitian laboratorium telah menemukan bahwa oksida nitrat dapat mengurangi kemampuan virus corona baru untuk bereplikasi dan menyebar.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB