Bukan Vaksin, Virus Cororan Covid-19 Lebih Berisiko Picu Pembekuan Darah!

Virus corona Covid-19 justru 10 kali lebih berisiko memicu pembekuan darah, dibandingkan suntikan vaksin Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Sabtu, 17 April 2021 | 22:00 WIB
Bukan Vaksin, Virus Cororan Covid-19 Lebih Berisiko Picu Pembekuan Darah!

Bukan Vaksin, Virus Cororan Covid-19 Lebih Berisiko Picu Pembekuan Darah!

himedik.com - Isu vaksin AstraZeneca memicu pembekuan darah langka masih dalam penyelidikan. Tapi, para ilmuwan mengatakan infeksi virus corona Covid-19 justru 10 kali lebih berisiko memicu pembekuan darah di otak daripada suntikan vaksin AstraZeneca.

Sebuah penelitian mengamati kemungkinan terjadinya pembekuan darah di otak (CVST) pada orang yang telah didiagnosis terinfeksi virus corona Covid-19, dibandingkan orang yang suntik vaksin Covid-19.

Hasil penelitian menemukan perbandingan risiko pembekuan darah otak setelah suntik vaksin AstraZeneca 5 : 1.000.000 dan vaksin Pfizer atau Moderna perbandingannya 4 : 1.000.000.

Sedangkan, risiko pembekuan darah di otak pada orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 hampir 40 : 1.000.000. Para peneliti Oxford yang membuat vaksin AstraZeneca, mengatakan risiko pembekuan darah di otak sangat jarang terjadi dalam 2 minggu setelah suntik vaksin.

Tetapi dilansir dari The Sun, mereka telah menemukan risiko pembekuan darah lebih tinggi pada orang yang terinfeksi virus corona Covid-19, yang bisa dicegah dan diatasi dengan suntik vaksin Covid-19.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Tim peneliti juga mengamati tingkat pembekuan darah pada orang yang terkena flu. Mereka mengatakan risiko CVST setelah terinfeksi virus corona justru berlipat-lipat ganda dan mungkin 100 kali lebih tinggi.

Pola serupa juga terlihat pada gangguan pembekuan darah serius lainnya, seperti trombosis vena portal yang memengaruhi suplai darah ke hati. Tetapi, tim peneliti mengatakan hasil temuan mereka belum dipublikasikan dalam jurnal medis.

Selain itu, tidak semua kasus yang diselidiki oleh peneliti pembekuan darah disertai dengan trombosit darah yang rendah atau disebut trombositpenia.

Mereka menemukan kombinasi yang tidak biasa. Sehingga, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka tidak bisa berkontribusi pada perdebatan seputar hubungan vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah langka.

Temuan ini juga menjelaskan risiko CVST setelah suntik vaksin AstraZeneca, Pfizer dan Moderna. Karena, suntikan kedua vaksin Covid-19 dikaitkan dengan kasus CVST dan trombosit darah rendah.

Baca Juga: Selain Pembekuan Darah, Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Kelumpuhan Wajah

Para peneliti Oxford menyimpulkan bahwa risiko pembekuan darah dan komplikasi serius akibat terinfeksi virus corona lebih besar dibandingkan suntik vaksin Covid-19.

 
×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB