Bohong, Penyesalan Terkait Percintaan Tidak Mengubah Perilaku di Masa Depan

Sebuah studi membuktikan bahwa penyesalan tentang percintaan tidak mengubah perilaku seseorang di masa depan.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 16 Mei 2021 | 09:00 WIB
Bohong, Penyesalan Terkait Percintaan Tidak Mengubah Perilaku di Masa Depan

Bohong, Penyesalan Terkait Percintaan Tidak Mengubah Perilaku di Masa Depan

himedik.com - Sebagian besar orang punya penyesalan tak terlupakan, salah satunya yang berhubungan dengan cinta, seks, dan hubungan romansa. Misalnya, menyesal karena kehilangan kesempatan, atau pernah berselingkuh sebelumnya.

Banyak yang mengatakan penyesalan tersebut akan mengubah perilaku di masa depan. Tapi benarkah demikian?

Sayangnya, sebuah studi longitudinal yang terbit di jurnal Evolutionary Psychology membuktikan sebaliknya, bahwa penyesalan tersebut tidak memicu perubahan di masa depan.

Sebab, penyesalan tampaknya bukan emosi adaptif dalam arti merangsang perubahan perilaku yang berarti.

Dalam studi ini, dilansir Psychology Today, setelah peneliti mensurvei ratusan mahasiswa Norwegia, mereka menemukan bahwa penyesalan tidak memprediksi perubahan perilaku seksual di masa depan.

Ilustrasi Penyesalan Masa Tua. (pexels.com/@geralt)
Ilustrasi Penyesalan (pexels.com/@geralt)

Hasilnya menunjukkan, orang yang pernah menyesali hilangnya kesempatan dalam berkencan tidak akan mencari lebih banyak pasangan di bulan-bulan berikutnya.

Demikian pula pada orang yang menyesali hubungan casual seks tanpa ikatan, mereka tidak mengalami penurunan jumlah pasangan baru dari waktu ke waktu. Pola ini serupa pada pria dan wanita.

Menariknya, semakin banyak orang yang menyesal tentang casual sex selama survei pertama, semakin kecil kemungkinan mereka memasuki hubungan berkomitmen di survei kedua.

Artinya, penyesalan tentang casual sex tidak selalu berfungsi secara intuitif. Dengan kata lain, penyesalan ini tampaknya tidak mendorong orang untuk membuat perubahan dalam hidup yang akan mengurangi rasa penyesalan berikutnya.

Namun, studi ini memiliki keterbatasan, yakni hanya didasarkan pada penelitian terhadap anak muda heteroseksual dan hanya berlangsung sekitar lima bulan saja.

Baca Juga: Disamakan seperti Berolahraga, Berapa Banyak Kalori Terbakar saat Bercinta?

Jadi, kemungkinan seiring bertambahnya usia atau periode waktu yang lebih lama orang-orang akhirnya dapat belajar dari penyesalan, atau melakukan lebih banyak ipaya untuk mengubah perilaku di masa mendatang.

Selain itu, ada kemungkinan jenis penyesalan lain (terutama penyesalan yang berpusat pada hal-hal selain casual sex) lebih dapat memprediksi perubahan perilaku.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB