Studi: Jumlah Kematian Covid-19 yang Asli Lebih Banyak dari yang Dilaporkan

Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat Covid-19 lebih banyak dari laporan resmi di berita.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Rabu, 19 Mei 2021 | 19:00 WIB
Studi: Jumlah Kematian Covid-19 yang Asli Lebih Banyak dari yang Dilaporkan

Studi: Jumlah Kematian Covid-19 yang Asli Lebih Banyak dari yang Dilaporkan

himedik.com - Peneliti dari University of Washington Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) telah menemukan bukti bahwa jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi.

Hasil tersebut diketahui setelah mereka menganalisis data kematian tiap negara yang mencakup faktor-faktor terkait pandemi virus corona.

Saat ini para ahli medis setuju bahwa sebenarnya jumlah kematian penderita Covid-19 lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh laporan pemerintah.

Pasalnya, dilansir dari Medical Xpress, banyak orang yang meninggal tidak tercatat sebagai korban Covid-19. Sebaliknya, mereka tercatat sebagai orang yang meninggal dengan sebab lain. Bahkan, beberapa kematian tidak tercatat sama sekali.

Untuk mengetahui faktanya, peneliti dari IHME menghitung perkiraan jumlah total kasus kematian di setiap negara dan menjumlahkannya untuk mengetahui total kematian secara global.

(Shutterstock)
Ilustrasi pasien Covid-19 meninggal (Shutterstock)

Studi ini melibatkan penyisiran catatan kematian dari setiap negara selama pandemi, kemudian membandingkan angka-angka tersebut dengan jumlah rerata kematian selama beberapa tahun terakhir.

Angka yang melebihi rata-rata diasumsikan sebagai kematian akibat Covid-19 atau faktor lain terkait pandemi, seperti peningkatan kemungkinan kematian akibat kanker karena sulit mencari pengobatan selama pandemi virus corona.

Setelah menganalisis data, para peneliti menemukan perbedaan besar antara penghitungan kematian resmi dengan yang mereka temukan.

Misalnya, di Mesir, melaporkan lebih dari 13.000 kematian, sedangkan jumlah IHME mencapai 170.000. Rusia melaporkan lebihi dari seratus ribu kematian, sementara tim IHME menemukan jumlahnya lebih dari 600 ribu.

Peneliti juga menemukan jumlah kematian di AS yang kemungkinan hampir dua kali lipat dari yang dilaporkan. Contohnya pada 3 Mei kemarin, dalam laporan kasus kematian AS hanya 574.043, sementara IHME melihat jumlahnya mendekati 905.289.

Baca Juga: Waspada, Kurang Gerak Tingkatkan Risiko Keparahan dan Kematian Covid-19

Jadi, para peneliti akhirnya menemukan bahwa perkiraan kematian di seluruh dunia jauh lebih rendah daripada kematian yang sebenarnya.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB