Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Berisiko Alami Masalah Kejiwaan, Kok Bisa?

Penelitian menemukan bahwa pasien virus corona Covid-19 berisiko mengalami masalah kejiwaan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 06 Juni 2021 | 11:00 WIB
Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Berisiko Alami Masalah Kejiwaan, Kok Bisa?

Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Berisiko Alami Masalah Kejiwaan, Kok Bisa?

himedik.com - Gejala virus corona Covid-19 berkisar dari ringan hingga parah. Sebuah penelitian pun menemukan pasien virus corona dengan gejala ringan sekalipun bisa mengalami masalah kejiwaan jangka panjang.

Beberapa gejala virus corona mungkin juga lebih umum pada mereka dengan gejala ringan daripada pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Penulis utama, Dr Jonathan Rogers di University College London, mengatakan gejala neurologis dan psikiatri adalah kondisi yang umumnya menyerang pasien virus corona dengan gejala parah. T

api sebaliknya, ia justru menemukan gejala ini nampak lebih umum pada kasus infeksi virus corona ringan.

Tim penelitian dari London ini berusaha mencaritahu penyebab infeksi virus corona Covid-19 bisa mempengaruhi kesehatan mental dan otak, yang menyebabkan gejala psikiatri dan neurologis.

Mereka mengumpulkan data dari 215 penelitian di 30 negara, yang melibatkan 105.000 pasien virus corona bergejala berat dan ringan.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Pada seluruh kelompok, 23 persen orang mengalami depresi dengan prevalensi antara 12 hingga 40 persen. Sementara itu, 16 persen mengalami kecemasan dengan data berkisar antara 6 dan 38 persen.

Para peneliti mengatakan gangguan psikiatri ini nampaknya sangat lazim. Tapi, mereka tidak mendokumentasikan beberapa proporsi pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit mental.

Dr Rogers mengatakan bahwa penelitian ini tidak melihat betapa lama masalah ini bertahan, tetapi sebuah penelitian terpisah yang belum diterbitkan oleh timnya telah mencari tahu hal tersebut.

Pada pasien virus corona Covid-19 yang pulih, prevalensi depresi dan kecemasannya nampak sedikit lebih rendah daripada fase akut untuk depresi yang hanya 13 persen, meskipun tidak untuk kecemasan yang mencapai 19 persen.

Baca Juga: Belum Selesai Covid-19, Satu Kasus Flu Burung H10N3 Terdeteksi di China!

"Namun, kondisi ini nampaknya tidak membaik seiring waktu. Jadi, sepertinya orang membaik setelah keluar dari rumah sakit tapi mereka mungkin terjebak dengan gejala ini selama beberapa bulan," Dr Rogers dikutip dari The Sun.

Studi ini juga menemukan bahwa kehilangan indra penciuman adalah gejala neurologis yang paling umum, setidaknya mempengaruhi 43 persen orang.

Sekitar 40 persen orang mengalami kelemahan, 38 persen mengalami kelelahan, 37 persen kehilangan indra pengecap, 25 persen alami nyeri otot dan 21 persen alami sakit kepala.

Sakit kepala dan kelelahan sedikit lebih sering terjadi pada orang dengan gejala ringan dibandingkan dengan mereka yang dirawat di rumah sakit, meskipun tidak di ICU.

Tapi, tidak ada cukup data untuk memisahkan tingkat penyakit kesehatan mental dengan tingkat keparahan infeksi virus corona.

Para peneliti menyarankan otak mungkin terkena dampak virus corona, karena bisa menyebabkan peradangan pada organ tubuh.

Namun, mungkin juga kondisi ini merupakan tekanan tambahan dari pandemi virus corona, sepeti kehilangan pekerjaan, kekhawatiran tentang kondisi keluarga hingga keterbatasan interaksi sosial yang bisa memicu masalah kesehatan mental.

Banyak faktor yang dapat berkontribusi pada gejala neurologis dan kejiwaan pada tahap awal infeksi Covid-19, termasuk peradangan, gangguan pengiriman oksigen ke otak, dan faktor psikologis," kata Dr Rogers.

Dr Alasdair Rooney, dari University of Edinburgh, mengatakan masalah neurologis dan kejiwaan ini sangat umum pada pasien virus corona. Karena itu, layanan kesehatan mental dan rehabilitasi neurologi harus diberdayakan untuk mengatasi masalah ini.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB