Benarkan Orang yang Vaksin Covid-19 Masih Bisa Alami Long Covid-19?

Ahli jelaskan soal kemungkinan orang yang vaksin Covid-19 lengkap berisiko mengalami Long Covid-19.

Shevinna Putti Anggraeni
Sabtu, 24 Juli 2021 | 06:00 WIB
Benarkan Orang yang Vaksin Covid-19 Masih Bisa Alami Long Covid-19?

Benarkan Orang yang Vaksin Covid-19 Masih Bisa Alami Long Covid-19?

himedik.com - Suntik vaksin Covid-19 telah terbukti mampu menurunkan risiko infeksi virus corona Covid-19.  Seseorang kemungkinan besar bergejala ringan dan memiliki viral load jauh lebih rendah.

Seperti yang kita tahu, banyak pasien virus corona yang mengalami Long Covid-19. Long Covid-19 adalah gejala virus corona Covid-19 berkepanjangan yang terus berdampak pada kesehatan serta kesejahteraan pasien secara keseluruhan.

Sebenarnya, banyak penyakit yang bisa menyebabkan gejala menatap. Tapi, sejauh ini Long Covid-19 adalah efek jangka panjang yang paling parah akibat virus corona Covid-19.

Beberapa gejala yang dialami oleh pasien Long Covid-19, termasuk batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, penyakit pencernaan, kelemahan, kelelahan, myalgia, kecemasan, insomnia dan lainnya.

Vaksin Covid-19 memang bekerja cukup baik untuk menurunkan risiko infeksi virus corona. Tapi, vaksin Covid-19 tidak sepenuhnya melindungi diri kita. Karena, sudah muncul banyak varian virus corona Covid-19 yang dinilai lebih menular.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Pixabay/PhotoLizM]
Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Pixabay/PhotoLizM]

Setelah vaksinasi, tingkat kekabalan kita akan mencapai puncaknya. Hal ini akan menurunkan risiko infeksi, rawat inap dan kematian akibat virus corona Covid-19.

Namun dilansir dari Times of India, orang yang sudah vaksinasi dan terinfeksi virus corona Covid-19 masih berisiko mengalami Long Covid-19. Meskipun dugaan ini belum didukung bukti yang menentukan tingkat risikonya.

Para ilmuwan hanya bisa berharap bahwa vaksin Covid-19 bisa bekerja baik untuk mengurangi risiko infeksi, meringankan gejala dan mencegah komplikasi jangka panjang akibat virus tersebut.

Sebenarnya, para ahli medis di seluruh dunia tidak hanya memiliki bukti konklusif mengenai penyebab Long Covid-19. Tapi, Long Covid-19 juga bisa memakan waktu lebih lama untuk pulih tanpa bantuan obat.

Karena itu, dokter mengatakan Long Covid-19 masih akan membuat pasien virus corona sembuh mengalami kesakitan dan membutuhkan perawatan medis. Sehingga mereka berusaha mempelajari risiko Long Covid-19 berkepanjangan dan cara kerja vaksin Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Pfizer Diduga Bisa Picu Kelumpuhan Wajah, ini Sebabnya!

 
×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB