Jangan Salah, Makan Gorengan yang Sering Ganti Minyak Tetap Tak Sehat

Dokter sebut makan gorengan bagaimanapun tetap tak menyehatkan.

Fita Nofiana
Jum'at, 13 Agustus 2021 | 13:30 WIB
Jangan Salah, Makan Gorengan yang Sering Ganti Minyak Tetap Tak Sehat

Jangan Salah, Makan Gorengan yang Sering Ganti Minyak Tetap Tak Sehat

himedik.com - Gorengan menjadi salah satu camilan yang paling populer bagi orang Indonesia. Namun meskipun terasa nikmat, namun telah banyak diketahui bahwa gorengan dalam bentuk apapun tak begitu baik untuk kesehatan. 

Banyak orang yang menganggap bahwa sering mengganti minyak saat bikin gorengan bisa mengurangi risiko masalah kesehatan. Namun nyatanya, meskipun minyak digunakan hanya sekali namun risiko masalah kesehatan akibat konsumsi gorengan tetap tak bisa dihindari. 

"Masalahnya bukan di berapa kali pemakaian minyak . Minyak goreng adalah produk ultra proses: bukan hanya diproduksi secara teknologi, tapi juga melalui proses penjernihan berulang dan rafinasi," tulis Dr dokter Tan Shot Yen dalam akun instagramnya.   

Menurut dokter Tan, makanan yang digoreng akan menghasilkan berbagai senyawa berbahaya. Menurutnya, makanan nabati yang digoreng akan menimbulkan senyawa akrilamida (acrylamides).

Ilustrasi gorengan. (Unsplash/Alfonso Rodríguez)
Ilustrasi gorengan. (Unsplash/Alfonso Rodríguez)


Sementara makanan hewani yang digoreng akan memicu kemunculan senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon dan senyawa amines. Beberapa senyawa tersebut jika dikonsumsi rutin bisa berisiko karsinogenik, atau menyebabkan kanker

Bahan pangan berpati (tepung, umbi) yang digoreng atau dipanggang dengan suhu tinggi menimbulkan reaksi antar gula dan asam amino.

Selain itu, semakin lama menggoreng, maka semakin banyak terbentuk Acrylamide. Senyawa ini juga sering muncul dalam asap rokok. 

Pada makanan hewani, gorengan menimbulkan HCAs (Hetero-Cyclic-Amines) dan PAHs (Polycyclic Aromatic-Hydrocarbons) PAHS juga terbentuk pada proses pengasapan daging.  HCAS dan PAHs mutagenic ini bisa mengubah DNA yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan kanker. 

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB