Info

Waspada, Sering Bekerja Shift Malam Picu Risiko Gangguan Irama Jantung

Pekerja shift malam disebut lebih berisiko mengalami gangguan irama jantung.

Fita Nofiana

Ilustrasikerja shift malam. (pixabay)
Ilustrasikerja shift malam. (pixabay)

Himedik.com - Sudah banyak diketahui bahwa kerja shift malam tak baik untuk kesehatan. Dalam penelirian baru, kerja shift malam disebutkan secara signifikan terkait dengan gangguan irama jantung.  Penelitian tersebut tlah terbit pada European Heart Journal.

Melansir dari Independent, penelitian menemukan jam kerja lembur dikaitkan dengan detak jantung yang tidak teratur dan cepat atau gangguan irama jantung. Dalam hal ini, pekerja perempuan memiliki risiko lebih besar.

Para peneliti di balik studi terbaru mengatakan mereka percaya ini adalah penelitian pertama dari jenisnya untuk menguji hubungan antara kerja shift malam dan fibrilasi atrium (AF). AF adalah  suatu kondisi jantung yang menyebabkan detak jantung yang tidak teratur dan seringkali tidak normal.

Studi ini menggunakan informasi dari 283.657 orang di database Biobank Inggris. Mereka mengatakan bahwa kerja shift malam saat ini dan seumur hidup secara signifikan terkait dengan risiko fibrilasi atrium terlepas dari genetika.

"Paparan shift malam juga meningkatkan risiko PJK (penyakit jantung koroner) tetapi tidak stroke atau gagal jantung (gagal jantung)," kata surat kabar itu.

Ilustrasi seorang lelaki begadang atau kerja lembur di kantor. (Shutterstock)
Ilustrasi seorang lelaki begadang atau kerja lembur di kantor. (Shutterstock)


Salah satu peneliti utama mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa bekerja shift malam lebih jarang dan untuk periode waktu yang lebih singkat mungkin bermanfaat bagi kesehatan jantung.

"Meskipun penelitian seperti ini tidak dapat menunjukkan hubungan sebab akibat antara shift malam dan fibrilasi atrium dan penyakit jantung, hasil kami menunjukkan bahwa kerja shift malam saat ini dan seumur hidup dapat meningkatkan risiko kondisi ini," Profesor Yingli Lu dari Rumah Sakit Rakyat Shanghai Ninth dan kata Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong di China.

"Temuan kami memiliki implikasi kesehatan masyarakat untuk mencegah fibrilasi atrium. Mereka menyarankan bahwa mengurangi frekuensi dan durasi kerja shift malam mungkin bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah," imbuhnya. 

Penelitian sebelumnya juga menemukan wanita yang kerja shift malam memiliki peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2.

Berita Terkait

Berita Terkini